Yogi Tak Mau Keluar Saat Pelajaran Agama Islam, Cerita Guru Agama Ini Bikin Merinding

Kita bujuk ayo Yogi kelas mu bukan di sini tapi di kelas lain. Tapi tak mau malah tetap maunya ikut pelajaran agama Islam

Yogi Tak Mau Keluar Saat Pelajaran Agama Islam, Cerita Guru Agama Ini Bikin Merinding
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SUBANDI
Guru Pendidikan Agama Islam SDN 18 Sukabangun, Yuli Fitria Sari di ruang kerjanya, Sabtu (7/10). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Guru Pendidikan Agama Islam SDN 18 Sukabangun, Yuli Fitria Sari menceritakan Yogi Setiady yang resmi menjadi mualaf, Kamis (5/10/2017) kemarin.

Sari merupakan guru agama kelas satu di sekolah itu. Banyak hal tak biasanya selama ia mengajar Yogi. Menurutnya meskipun Yogi bukan beragama Islam. Namun sejak kelas satu ia belajar agama dan hal tersebut karena keinginan dari Yogi sendiri dan diketahui orangtuanya,  Eriyanti (44).

“Kalau tiap Jumat di sekolah ini ada pelajaran agama Islam, Kristen dan Khatolik. Jadi kalau saya masuk kelas maka murid beragama lain pindah ke kelas sesuai agama masing-masing,” katanya kepada Tribun di tempat kerjanya, Sabtu (7/10).

(Baca: Subhanallah! Sebelum Mualaf, Bocah 8 Tahun Ini Minta Diikutkan Sunatan Massal )

“Tapi dia (Yogi-red) tak mau keluar bahkan sampai saya dan mamanya (Eriyanti-red). Waktu itu dia baru masuk dan ditunggu mamanya. Kita bujuk ayo Yogi kelas mu bukan di sini tapi di kelas lain. Tapi tak mau malah tetap maunya ikut pelajaran agama Islam,” lanjutnya.

Bahkan dijemput guru agamanya pun Yogi tetap tak mau keluar. “Jadi pertemuan berikutnya dia selalu duduk diam takut disuruh keluar. Pernah dia saya ajak dan tasnya saya bawakan agar dia ikut pindak ke kelas pelajaran agamanya,” tambahnya.

“Kata saya nanti habis pelajaran agama kamu masuk lagi. Tapi tetap saja dia tak mau keluar bahkan pernah sampai merah matanya tak mau keluar. Jadi saya pun akhirnya tak pernah bujuk dan maksa dia keluar dari kelas pelajaran saya lagi,” sambungnya.

Ia juga mengaku herannya ketika tiap awal pelajaran selalu melontarkan pertanyan mengenai pelajaran sebelumnya.

(Baca: Peringati Hari Santri Nasional 2017, Ansor Kubu Raya Gelar Beragam Lomba )

Ternyata Yogi selalu bisa menjawab dahulu pertanyaan-pertanyaannya dibanding teman-temannya yang lain beragama Islam.

“Kemudian saya kan sering kalau awal pelajaran murid yang bisa menjawab pertanyaan saya. Maka saya hadiahi permen, uang atau lainnya. Dia ini dapat terus dan hadiah itu biasanya dibagikannya kepada teman-temannya yang lain juga,” ungkapnya.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved