Bocah Mualaf

Sebelum Masuk Islam, Bocah 8 Tahun Ini Ternyata Pernah Salat di Masjid Agung Al-Ikhlas  

Resminya siswa Kelas II SDN 18 Sukabangun ini beragama Islam disaksikan sendiri oleh ibu kandungnya, Eriyanti (44).

Sebelum Masuk Islam, Bocah 8 Tahun Ini Ternyata Pernah Salat di Masjid Agung Al-Ikhlas  
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Samsudin bapak angkat Yogi, anak usia delapan tahun yang memilih masuk Islam berbeda keyakinan sama kedua orangtuanya saat ditemui Tribun di rumah orangtua Yogi di Ketapang, Sabtu (7/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Yogi Setiady anak usia delapan tahun memilih beda keyakinan sama kedua orangtuanya. Setelah ia diresmikan beragama Islam oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, M Syafi’ie di Kantor KUA tersebut, Kamis (5/10/2017).

Resminya siswa Kelas II SDN 18 Sukabangun ini beragama Islam disaksikan sendiri oleh ibu kandungnya, Eriyanti (44).

Meski baru tiga hari beragama Islam ternyata Yogi sudah pernah melaksanakan salat di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.

“Saya dan Yogi dahulu pernah salat di Masjid Al-Ikhlas. Saat itu ia (Yogi-red) belum resmi beragama Islam,” kata bapak angkat Yogi, Samsudin (44) yang dibenarkan Eriyanti saat ditemui wartawan di rumah orangtua Yogi di Ketapang, Sabtu (7/10/2017).

(Baca: Sembilan Kisah Haru Bocah 8 Tahun Ini Pilih Jadi Mualaf, Orangtuanya Ikhlas dan Merestui! )

Ia menjelaskan berani membawa Yogi salat ke Masjid Agung Al-Ikhlas karena keinginan bahkan didesa Yogi sendiri. Hal tersebut dibenarkan Eriyanti dan ibu kandung Yogi yang non muslim ini memang mengetahui kejadian itu.

“Ia yang mengajak salat ke Masjid Agung Al-Ikhlas itu. Kalau lihat masjid ia sering mengajak memasukinya. Sekarang saja masih ada beberapa masjid di Ketapang yang mau dimasukinya tapi belum kesampaian seperti Masjid Babul Khair,” ucapnya.

Samsudin menceritakan menjadi bapak angkat Yogi baru pada 2016 silam. Hal itu juga karena keinginan Yogi yang mau masuk Islam. Yogi selalu bertanya kepadanya hal-hal mengenai Islam dan ia pun menjawab hingga menuntun anak angkatnya itu.

“Saya pernah mengatakan kepadanya kalau sudah masuk Islam harus taat melaksanakan dan jangan meninggalkan lima salat. Jadi kadang kalau Subuh tak ada yang bangunkannya ia marah. Dia mau salat pada hal saat itu belum beragama Islam,”

Sementara itu ibu kandung Yogi membenarkan cerita Samsudin itu. Yogi yang masih non muslim bisa salat di Masjid Agung Al-Ikhlas karena desakan anaknya sendiri. Sedangkan ia tak bisa mewujudkan keinginan besar anaknya tersebut.

“Saya tahu dan memang Yogi yang ingin salat di Masjid itu. Sayakan tak bisa membawanya, jadi bapak angkatnya lah yang membawanya,” Tegas Eriyanti.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved