Langgar Aturan, Ini Sanksi yang Akan Dikenakan pada Truk Kontainer dan Truk Fuso

Kita akan merekayasa lalin di eks SPBU Oso sementara, itu tergantung kepadatan yang terjadi.

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rekayasa lalu lintas buka tutup putaran di putaran OSO, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/10/2017) sore. Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan untuk mengurai kendaraan yang masuk ke Jalan Ahmad Yani, akibat ditutup sebagiannya Jalan Imam Bonjol karena perbaikan jembatan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Adanya pembangunan Jembatan Bansir di Jalan Imam Banjol membuat Dinas Perhubungan dan Polisi Lalulintas Kota Pontianak memutar otak agar pembangunan tersebut tidak menyebabkan permasalahan lalulintas yang ada.

Dishub Kota Pontianak dan Pihak kepolisian membuat rekayasa lalulintas untuk menanggulangi agar tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.

Rakayasa lalin juga dilakukan Dishub dan Kepolisian di jalan protokol Ahmad Yani dan terpaksa dijadikan jalur untuk lewatnya kontainer dan mobil besar.

(Baca: Subhanallah! Baru Sehari Jadi Mualaf, Yogi Lacar Lafazkan Ayat Alquran )

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi mengatakan pihaknya akan terus melakukan rekayasa lalulintas di Jalan Ahmad tergantung situasi kepadatan kendaraan. Bahkan di putaran yang ada di depan eks SPBU Oso dijelaskannya akan dilakukan rekayasa lalin jika terjadi kepadatan.

"Kita akan merekayasa lalin di eks SPBU Oso sementara, itu tergantung kepadatan yang terjadi. Hal itu akan kita lakukan sampai perbaikan Jembatan Bansir," ucapnya, Jumat (6/10/2017).

Utin juga menghimbau pada semua kendaraan besar yang melintas di ruas jalan-jalan kota tidak hanya Ayani, karena saat pembuatan Jembatan Bansir kontainer dan mobil besar d dialihkan rute jalannya.

(Baca: Buka Festival Binua Landak, Ini Pesan Sekda Alpius )

"Saat rapat di Pelindo pada Kamis (5/10) kemaren disampaikan langsung dengan pengurus Alfi/ Insa dan Apbmi serta Gm Pelindo. Agar sopir-sopir container, trailer dan fuso untuk tidak membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi/ngebut," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakannya jika masih dilakukan maka pihaknya akan mengkaji ulang untuk diperbolehkan melewati Jalan Ayani, karena membahayakan pengendara lain.

"Bukan hanya di Jalan Ayani saja, tapi saat mereka melewati beberapa ruas jalan yg dimulai keluarnya dari pelabuhan menuju luar kota dan yang dari luar kota masuk ke Kota Pontianak juga harus mentaati aturan yang telah ditentukan," ucapnya dengan tegas.

Mantan kepala dinas perdagangan ini menyampaikan pihak Satlantas dan PPNS Dishub tidak akan segan menilang bagi mereka yang melanggar aturan. Kontainer, fuso dan trailer hanya dibolehkan beroperasi didalam kota mulai Pukul 21.00-05.00 WIB.

Ia harap semua pihak berkomitmen dengan pembangunan yang ada di Pontianak, karena itu untuk kepentingan bersama dan masyarakat banyak. Dikatakannya kalau sudah ada beberapa yang terjaring rajia kerena tidak mengindahkan aturan dan dendanya sebaesar Rp 600 ribu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved