Perlu Sosialisasi Soal Kawin Campur Beda Negara

Anggota DPRD Sanggau, Leonardo Agustono Silalahi menyarankan agar perlu dilakukan sosilisasi kepada masyarakat terkait kawin campur lain negara ini,

Perlu Sosialisasi Soal Kawin Campur Beda Negara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Hendri Chornelius
Tim Pora saat mengecek kelengkapan administrasi satu diantara warga yang kawin campur di dusun Sontas, kecamatan Entikong, Selasa (3/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Anggota DPRD Sanggau, Leonardo Agustono Silalahi menyarankan agar perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kawin campur lain negara ini, karena di perbatasan tentu dekat dengan Malaysia.

“Termasuk di Balai Karangan dan Entikong, mungkin banyak yang tidak terdata. Tapi kalau dari pihak Imigrasi juga belum pernah lakukan sosialisasi terkait hal itu, maklumkan masyarakat awam kurang paham, ” ujar warga Kecamatan Sekayam itu.

(Baca: SMKN 5 Pontianak, Satu Diantara 125 SMK se Indonesia Yang Direvitalisasi )

Selama ini, lanjut Politisi Partai Demokrat Sanggau itu, yang kerap dicek adalah warga asing, TKI dan kelengkapan mereka.

Tapi kalau khusus kawin campur ini, baru kali ini yang kita lihat ada tindakan.

“Kalau kita lihat ada yang sudah berkeluarga malah dan bahkan ada yang meninggal di Indonesia dan dikuburkan di Indonesia juga, ” ujarnya.

(Baca: Pemuda Ini Nyanyi Lagu Perpisahan di Pesta Pernikahan Mantan! Warganet: Tanda Akhir Zaman )

Leo sapaan akrabnya juga menyarankan, Disdukcapil perlu melakukan sosialisasi dan pendataan terkait warga yang kawin campur.

“Misalnya pada saat dikeluarkan akte anak tanpa orangtua laki-laki, tanpa bapak, ” jelasnya.

Walalupun mengalami kesulitan, karena wilayah yang cukup luas, selain di perbatasan yang meliputi Sekayam dan Entikong, ada juga kecamatan yang lain.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved