Presiden Pemegang Kendali Kebijakan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara di depan para pembantunya di kabinet yang belakangan ini bersilang pendapat.

Presiden Pemegang Kendali Kebijakan
jokowi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara di depan para pembantunya di kabinet
yang belakangan ini bersilang pendapat, dan berujung pada terjadinya kegaduhan di negeri ini.

Berbicara pada ujung pidatonya saat menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin kemarin, Jokowi mengingatkan, dirinya adalah Kepala Negara sekaligus Panglima tertinggi untuk tiga angkatan.

"Sebagai Kepala Pemerintahan, kepala Negara, Panglima Tertinggi Angkatan Darat, Laut, Udara, saya ingin perintahkan kepada bapak ibu saudara-saudara sekalian fokus pada tugas masing-masing," tegas Presiden Jokowi di depan seluruh jajarannya, termasuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan.

Jokowi mengingatkan kepada jajarannya agar bisa bekerjasama dan bersinergi antarlembaga dan antarkementerian demi menjaga stabilitas politik menjelang tahun politik.

"Jaga stabilitas ekonomi, tingkatkan kinerja-kinerja kita, prestasi kita dalam mendukung semua program yang berkaitan dengan pembangunan negara kita," pinta Jokowi.

(Baca: Pembiayaan Rumah Pekerja dari BPJS Bisa Lewat Bank Ini )

Penegasan Presiden Jokowi di hadapan para pembantunya tersebut tepat momentumnya untuk meredam kegaduhan terkait sengkarut informasi yang dikeluarkan antarelit negeri, khususnya di kalangan pembantu presiden.

Kegaduhan negara yang dipicu oleh terjadinya silang pendapat antarpembantu presiden bila tak segera diluruskan, bukan tak mungkin akan jadi faktor pemicu gejolak politik yang lebih luas, baik di parlemen maupun di kalangan masyarakat umum.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dinilai sejumlah pihak melakukan manuver politik terkait sejumlah pernyataannya selama ini.

Pernyataan yang menuai polemik antara lain ajakan untuk nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI (1984)., film yang sejak lengsernya rezim Orde Baru, tidak pernah ditayangkan lagi.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved