Breaking News:

Perceraian PNS di Kota Pontianak Didominasi Guru dan Perempuan

Ia katakan dari tahun-tahun sebelumnya mereka yang mengajukan perceraian memang didominasi oleh perempuan.

Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji ikut membenarkan bahwa sudah ada beberapa berkas pegawai dilingkungan Pemerintahan Kota Pontianak yang telah ia tanda tangani, karena mengajukan gugatan cerai.

Ia katakan dari tahun-tahun sebelumnya mereka yang mengajukan perceraian memang didominasi oleh perempuan.

Bahkan dicontohkannya dari 10 yang mengajukan perceraian delapan adalah perempuan. Sedangkan laki-laki ia katakan hanya bagian kecil saja yang mengajukan perceraian.

"Memang yang selalu mendominasi ini adalah perempuan, dari 10 yang saya tandatangan delapannya perempuan. Bahkan dari sepuluh itu didominasi guru, bisa 60-70 persen," ucapnya, Senin (2/10/2017).

(Baca: Tanjung Raya II Heboh! Seorang Pria Tertangkap Basah Bawa Sabu di Toko Pakaian )

Ketika ditanya mengenai penyebab, Midji katakan ia tidak mengetahui secara pasti apa penyebab fenomena perceraian sikalangan ASN dan didominasi perempuan dan tenaga pendidk tersebut. Namun besar kemungkinan, hal ini diakibatkan ketidakseimbangan penghasilan dan adanya masalah lain.

Ia berasumsi dengan banyaknya guru megajukan gugatan cerai, bisa saja karena penghasilannya lebih besar, karena ia katakan pemghasilan guru saat ini lebih besar di atas PNS biasa.

"Kita tidak tahu secara pasti, kenapa lebih banyak guru yang minta cerai. Tapi kalau dilihat penghasilan guru saat ini besar dari PNS lainnya, mungkin ada kesenjangan pendapatan" ucapnya.

Soal usia rata-rata diatas 30-35 yang mengajukan cerai, dia nilai wajar. Yang tak wajar ketika beberapa waktu lalu, ada kasus guru perempuan berusia 57 tahun yang mengajukan cerai. Suaminya saat itu berumur 60-an. Saat itu, Midji katakan ia tidak menandatangani pengajuan tersebut.

"Sudah dilakukan pembinaan dari sisi agama dan lainnya. Tapi memang mungkin jodohnya di situ, atau salah jodoh, gimana atau apalah" ucapnya menyikapi kasus perceraian PNS secara keseluruhan.

Dia pun ingin para jajarannya bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan berlebihan dan harus pandai-pandai dalam berkomunikasi dengan pasangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved