Mengekspor Beras Menuju Swasembada

Bila tak ada aral melintang, dua kabupaten yang perbatasan langsung dengan Malaysia, yakni Sanggau dan Sambas akan melakukan ekspor beras perdana.

Mengekspor Beras Menuju Swasembada
NET
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bila tak ada aral melintang, dua kabupaten yang perbatasan langsung dengan Malaysia, yakni Sanggau dan Sambas akan melakukan ekspor beras perdana ke Sarawak, Malaysia, pada Oktober 2017.

Hebatnya, panen raya sekaligus launching ekspor beras itu akan dihadiri Presiden Joko Widodo di Desa Tunggal Bakti, Kecamatan Kembayan, Sanggau, 21 Oktober mendatang, bertepatan dengan Peringatan Hari Pangan Sedunia.

Seperti diberitakan Tribun dalam laporan khusus kemarin dan hari ini, padi di areal persawahan seluas 100 hektare di Desa Tunggal Bakti saat ini sudah bunting, sehingga diprediksi 21 Oktober sudah siap panen.

"Launching ekspor beras ke Malaysia akan ditangani pihak swasta bekerjasama denan Kementerian Pertanian," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau, John Hendri.

(Baca: Presiden Jokowi Akan Panen Padi Seluas 100 Hektare di Sanggau )

Sementara kabar Kabupaten Sambas juga mencanakan ekspor beras perdana ke Sarawak Malaysia pada Oktober 2017 disampaikan Wakil Bupati Sambas Hairiah saat di Pontianak, jauh hari sebelumnya, yakni Senin (01/05/2017).

Selain memiliki kontribusi pasokan beras Kalbar hingga 23 persen di Kalbar, produksi beras Sambas juga akan mampu mengekspor beras ke Sarawak Malaysia yang diperkirakan dapat mencapai 15 ribu ton per tahun.

"Ekspor beras ini dapat kami realisasikan, karena saat ini sudah ada sekitar 5 ribu hektare sawah yang sentralnya di Semparok sudah ditanami dan sudah dilokalisir untuk persiapan ekspor beras Sambas ke Sarawak Malaysia", ungkap Hairiah seraya menambahkan, ekspor ini belum dapat dilaksanakan melalui Pos Lintas Batas Negara Sajingan Besar, Sambas, tetapi masih melalui border atau pelabuhan lain.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangfan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero, tahun ini produksi padi Kalbar mencapai 1,8 juta ton pertahun.

Dari jumlah itu kebutuhan masyarakat Kalbar hanya sekitar 600 ribu ton pertahun. Sisanya bisa diekspor.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved