Breaking News:

Golkar Tersandera Kasus Proyek KTP Elektronik

Kasus megakorupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) yang merugikan negara Rp 2,3 triliun berimbas pada elektabilitas partai berlambang beringin.

TWITTER/KOMPAS.COM/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Ketua DPR Setya Novanto terbaring di rumah sakit. 

Untuk diketahui, Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka e-KTP. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 17 Juli 2017 lalu.

Novanto diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi dan menyalahgunakan kewenangan dan jabatan, pada kasus e-KTP.

Sewaktu menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, ia diduga ikut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun disetujui oleh anggota DPR.

Selain itu, ia diduga mengondisikan pemenang lelang dalam proyek e-KTP. Bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Novanto diduga ikut menyebabkan kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Terlepas dari terlibat atau tidaknya Setyo Novanto dalam kasus korupsi e-KTP, pastinya, kasus ini telah 'menyandera' Partai Golkar dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadapnya.

Untuk mengembalikan pamornya, Partai Beringin tampaknya memang harus dipisah terlebih dahulu dari Setyo Novanto. Mungkinkah Setnov mau legawa mundur? Kita lihat perkembangannya. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved