Breaking News:

Golkar Tersandera Kasus Proyek KTP Elektronik

Kasus megakorupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) yang merugikan negara Rp 2,3 triliun berimbas pada elektabilitas partai berlambang beringin.

TWITTER/KOMPAS.COM/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Ketua DPR Setya Novanto terbaring di rumah sakit. 

(Baca: Netizen Beberkan Kejanggalan Foto Setya Novanto Terbaring Pakai Oksigen )

Pertama, agar Novanto bisa fokus menyelesaikan kasus hukum yakni terkait dugaan korupsi pengadaan KTP-elektronik (KTP-el) yang menjerat dirinya. Kedua, demi alasan kesehatan Novanto.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Kepartaian Partai Golkar Kahar Muzakir mengatakan, keputusan rapat pleno DPP Golkar yang digelar pada Senin (25/9), Partai Golkar akan menunjuk pelaksana tugas Ketua Umum untuk menggantikan sementara Setya Novanto.

Penunjukan Plt ini dilakukan merespons menurunnya elektabilitas partai pasca Ketua Umum Partak Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Surat hasil kajian yang dibahas pada rapat pleno itu telah disampaikan kepada Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid.

Selanjutnya, Nurdin bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham akan menyampaikan surat itu kepada Setya Novanto.

Rencananya, Golkar akan kembali menggelar rapat untuk mendengarkan jawaban Novanto pada Kamis (28/9) hari ini. Kahar mengatakan, penunjukan Plt merupakan kewenangan Novanto.

(Baca: Terpidana Korupsi Romi Herton Meninggal Usai Linglung dan Jatuh di Toilet Lapas )

Sebelumnya, KPK mengemukakan penetapan Setya Novanto sebagai tersangka sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.

KPK pun membawa sekitar 200 bukti dokumen untuk ditampilkan. Sebanyak 200 bukti dokumen itu dinilai dapat menunjukkan kuatnya kontruksi dari kasus e-KTP. Dalam hal ini termasuk indikasi keterlibatan Setya Novanto.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved