Banyak Kepala Daerah Ditangkap KPK, Ini Kata Bupati Kapuas Hulu
Politisi partai PPP itu menuturkan, sekarang sangat mudah KPK melakukan operasi tangkap tanggan (OTT) terhadap kepala daerah.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menyatakan, sekarang ini sudah banyak kepala daerah baik bupati, walikota, dan gubernur tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Seram kalau kita lihat, banyak kepala daerah kenak tangkap KPK. Maka dari itu saya mohon doa dan nasehat seluruh tokoh agama dan masyarakat Kapuas Hulu, supaya tak terjadi seperti itu," ujar bupati dua periode ini saat membuka acara pengobatan gratis dan sunatan massal, di Halaman BPD Bank Kalbar Cabang Semitau, Rabu (27/9/2017).
Politisi partai PPP itu menuturkan, sekarang sangat mudah KPK melakukan operasi tangkap tanggan (OTT) terhadap kepala daerah.
(Baca: Pemkab Kapuas Hulu Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2017 )
Maka dari itu harus berhati-hati menerima tamu yang datang. "Kita tak tahu, apakah ada yang mau menjebak atau bagaimana," ucapnya.
Nasir mencontohkan, ada seorang tamu datang untuk bertemu dengan kepala daerah, tentunya dengan niat yang baik, namun tamu tersebut, membawa uang karena mungkin baru pulang dari bank atau lainnya, sehingga takut menyimpan uangnya dalam mobil, lalu dibawa menghadap kepala daerah.
"Eh misalnya tiba-tiba KPK datang, dibilang penyuapan atau sebagainya, akhirnya kita tidak tahu apa-apa terkena OTT, sehingga masuk parit kita. Maka saya minta Satpol PP harus selektif dalam memilih tamu, untuk bertemu dengan kepala daerah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-kapuas-hulu-am-nasir_20170703_165845.jpg)