Sikapi Ada Penjual Babi Dekat Masjid, Anggota DPRD Kubu Raya Angkat Bicara

Kita sesama masyarakat bergama harus bisa menghargai dan menghormati agama lain,

Sikapi Ada Penjual Babi Dekat Masjid, Anggota DPRD Kubu Raya Angkat Bicara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Anggota DPRD Kubu Raya, M. Amri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Anggota DPRD Kubu Raya, M. Amri angkat bicara terkait adanya penjual Babi yang dekat dengan Masjid di Sungai Raya Dalam yang ditertibkan Satpol PP.

Amri menjelaskan keragaman beragama bagi seluruh masyarakat Indonesia harus bisa diartikan secara luas dan mendalam. Sehingga bisa diterapkan terhadap semua aspek kehidupan.

"Saya pikir hal yang seperti ini, sangat mendasar sekali bagi kita masyarakat Indonesia untuk diaplikasikan. Kita sesama masyarakat bergama harus bisa menghargai dan menghormati agama lain," ujarnya, Rabu (27/9/2017).

(Baca: Parkir di Lajur Sepeda Diperbolehkan Dishub? Ini Penjelasan Jukir Jalan Jenderal Urip )

Keberadan pedagang daging babi di sekitar Masjid Ikhwanul Mukminin Desa Sungai Raya Dalam ini, menjadi contoh paling telak. Dimana seharusnya, dia juga bisa menerapkan hal ini, tanpa harus mendapat teguran bahkan tindakan represi dari pihak terkait.

"Kita harus bisa menerapkan saling menghormati antar masyarakat beragama. Sudah tahu, lokasi itu adalah tempat ibadah bagi umat islam. Dimana babi bagi umat islam sendiri hukumnya haram," ungkapnya.

(Baca: Blanko Kosong, Kasat Lantas Pastikan SIM Sementara Berlaku Sama )

Apalagi, dilokasi itu, sebenarnya bukan pasar. Sehingga secara aturan juga menyalahi aturan. Makanya, secara aturan tatatertib juga melanggar. Terutama bagi pedagang daging babi, yang bisa melukai perasaan orang islam sekitar masjid.

"Jadi memang harus pindah, sebab itu hanya pasar dadakan. Apalagi untuk pedagang daging babi, itu bisa melukai perasaan masyarakat muslim di sekitar situ. Makanya penting bagi kita semuanya untuk saling menghormati satu sama lain antar umat beragama," pungkas Amri.

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved