Derita Gatal-gatal Akibat Air Sungai Teberau, Begini Kondisi Kulit Kaki Rita

Sering sekali kena gatal-gatal begini. Mungkin karena pakai air sungai itu untuk mandi,

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Rita (49), satu di antara warga RT 05/ RW 03, Dusun Dagang Barat, yang mengalami gatal-gatal pada kulit karena menggunakan air Sungai Teberau untuk MCK, Rabu (27/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Rita satu di antara warga RT 05/ RW 03 Dusun Dagang Barat, mengalami gatal-gatal pada kulitnya.

Wanita berusia 49 tahun ini mengaku, penyakit kulit yang dideritanya selalu hilang datang, namun tak kunjung sembuh walau telah diolesi obat saleb.

"Kedua kaki saya ini kena gatal-gatal, awalnya seperti ruam. Ini hilang datang, saat ini masih baru kena lagi. Sering sekali kena gatal-gatal begini. Mungkin karena pakai air sungai itu untuk mandi," ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/9/2017).

(Baca: Ayu Ting Ting Betulkan Dalaman di Depan Tukul Arwana dan Penonton, Warganet Sebut Ga Sopan )

Rita menuturkan, jika ada yang menduga gatal-gatal kulit yang dideritanya tersebut disebabkan karena faktor makanan, ia mengaku sudah cukup selektif memilih makanan yang akan dikonsumsi.

"Kalau makanan, saya itu banyak pantangan makanan. Jadi saya jaga untuk makanan, tapi masih juga gatal. Kalau sudah begini, saya belikan obat salep di pasar, lumayan agak reda gatalnya, kalau mulai ruam-ruam lagi saya kasih lagi salepnya, sampai bisa sembuh," terangnya.

Kondisi kulit kaki Rita yang terkena gatal-gatal akibat air Sungai Teberau
Kondisi kulit kaki Rita yang terkena gatal-gatal akibat air Sungai Teberau 

Wanita berjilbab ini mengaku, penyakit kulit yang dideritanya berawal dari adanya bintik-bintik bulat dari pori-pori kulit kakinya.

"Saat ini sih hanya saya sendiri yang kena gatal-gatal kulit ini. Dulu pernah satu rumah yang kena gatal kulit ini," ucapnya.

Tak hanya dirinya, Djaiyah (67) ibunya Rita juga kerap mengalami penyakit kulit. Ini dikarenakan di dalam keluarganya, hanya keduanya yang memiliki jenis kulit sensitif.

"Satu rumah pernah kena semua, tapi yang paling sensitif hanya saya sama mama. Air yang kami pakai memang air sungai ini, sudah seumur hidup kami gunakan untuk mandi dan mencuci dan kakus (MCK). Kalau untuk konsumsi kami pakai air hujan. Heran saya, kok airnya malah bersih saat zaman dulu, padahal jamban masih di sungai, ndak pernah dulu kena penyakit kulit, airnya pun ndak keruh seperti ini, jernih," tukas Rita.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved