Sempat Meresahkan Warga, Ini Kata Ditresnarkoba Mengenai Peredaran Permen Narkoba di Kalbar

Kalau di Polda belum ditemukan, itu kemarin memang istilahnya hoax, tidak benar. Kita juga sudah diinformasikan Bareskrim, tidak benar

Sempat Meresahkan Warga, Ini Kata Ditresnarkoba Mengenai Peredaran Permen Narkoba di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Dir Narkoba Polda Kalbar Kombes Purnama Barus menuang barang bukti sabu dua kilogram yang akan dimusnahkan menggunakan mobil incinerator di Halaman BNNP Kalbar, Jalan Parit Haji Husin II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (25/9/2017) sore. Kepala BNNP Kalbar Brigjen Pol Nasrullah menyatakan sabu dua kilogram tersebut merupakan barang bukti peredaran narkoba yang dimiliki Warga Binaan Pemasyarakatan Klas II A Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ditresnarkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Purnama Barus menuturkan belum menemukan permen yang sempat meresahkan masyarakat mengandung narkoba.

"Kalau di Polda belum ditemukan, itu kemarin memang istilahnya hoax, tidak benar. Kita juga sudah diinformasikan Bareskrim, tidak benar," katanya, Selasa (26/09/2017).

Untuk meminimalisir hal tersebut, kata dia, maka dilakukan penyuluhan ke masyarakat, seperti yang dimulai pada senin pagi.

Penyuluhan itu, lanjutnya ke semua Sekolah Kalbar 187 sekolah, 4 SMA dan 1 Perguruan Tinggi, dan sisanya adalah SMP.

(Baca: Mengejutkan! Inilah Pengakuan Anak Pemakai Kaus Ikeh 69 )

"Jadi kita melakukan secara stilmultan, penyuluhan juga dilakukan, penindakan juga dilakukan, inilah upaya kita terus mengenamilir supaya peredaran di wilayah Kalbar berkurang. makanya kita melakukan penyuluhan tingkat remaja, SMP, pokoknya kalau diiming-imingi masalah narkoba jangan sesekali mau," katanya

Ia mengatakan, sosialisasi dilakukan sampai dengan semua sekolahnya selesai, di seluruh Kalbar.

"Nanti akan kita evaluasi lagi, masukan dari Diknas bagaimana punya efek positif atau bagaimana, mungkin turun ke SD. Untuk masuk kurikulum BNN sudah ajukan, semoga disetujui masuk pelajaran sekolah, nanti akan dikomunikasikan dengan Diknas," katanya. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved