NPL Rendah,Dwi: Beberapa Sektor Industri Perlu Dicermati

Tidak hanya perbankan nasabah terkait juga boleh melihat kualitas kredit. Ini menjadi penting untuk perbankan dalam memberikan kredit kepada nasabah,

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
Dwi Suslamanto 
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto    

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan performance perbankan di Kalbar pada triwulan II 2017 cukup baik dengan Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sekitar 2,6 persen.

Meski demikian ia mengatakan ada beberapa sektor usaha yang menyumbang angka NPL perlu dicermati. 

"Performa perbankan Kalbar cukup bagus dibandingkan nasional dengan NPL sekitar 2,6 persen. Artinya sisi stabilitas keuangan masih oke karena NPL masih di angka yang rendah. Walaupun ada beberapa industri yang perlu di cermati. Seperti industri pengolahan, konstruksi dan pengangkutan. Perlu ada pengawasan khusus namun secara keseluruhan share memang gak banyak, "ujar Dwi pada Diseminasi Informasi dan Pengawasan Perkreditan Nasional di Kantor Perwakilan BI Jalan Ayani pada Senin (25/9/2017).

Bank Indonesia dalam tugas dan fungsinya kata Dwi juga mengelola sistem informasi debitur atau SID. Performance kredit nasabah kata Dwi bisa diakses oleh perbankan dan yang bersangkutan, jika perbankan untuk mengetahui layak tidak nasabah mendapatkan pinjaman secara pribadi nasabah kata Dwi juga bisa mengakses untuk keperluan pribadi. 

"Tujuannya memfasilitasi perbankan dalam mengetahui data nasabah. Ini upaya dari perbankan untuk tukar-menukar informasi dan mitigasi resiko. Tidak hanya perbankan nasabah terkait juga boleh melihat kualitas kredit. Ini menjadi penting untuk perbankan dalam memberikan kredit kepada nasabah, "ujarnya. 

(Baca: Ason Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan )

Dalam menjalankan perannya, selain data ini sangat membantu perbankan dalam menyalurkan kredit menjadi kepentingan BI kata Dwi dalam SID yaitu kualitas data. "Kebenaran informasi yang disampaikan kepada BI oleh perbankan sangat mempengaruhi pengambilan kebijakan. Jika data benar, upaya untuk menjadikan Indonesia di level investment bermanfaat juga bagi perbankan. Investasi masuk, penyaluran kredit naik, "ujarnya. 

Kedepan Dwi optimis perekonomian Kalbar semakin membaik dibandingkan periode 2016. "Dengan pertimbangan adanya potensi investasi yang besar, meski ada berbagai macam resiko global seperti harga komoditas cenderung turun, ekonomi China dan pertumbuhan ekonomi terkoreksi, belum membaik ekonomi Erofa Tapi kami yakin apa yang dilakukan pemerintah sesuai ekspektasi kami dengan membangun infrastruktur maka akan membuka peluang usaha, lapangan kerja dan lainnya, "ujarnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved