Kadin Kalbar: Data BPS Rujukan Pengusaha

Hanya saja harus rutin, tidak semuanya tercover karena perlu dana besar. Jika tercapai data kongkrit yang kita dapatkan wah hebat,

Kadin Kalbar: Data BPS Rujukan Pengusaha
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kadin Kalbar, Sutaryo Soeradi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kadin Kalbar, Sutaryo Soeradi menilai saat ini data BPS merupakan satu-satunya data valid yang bisa menjadi rujukan bagi pengusaha.

Jika bagi pemerintah data digunakan untuk mendapatkan potret ekonomi secara utuh sebagai Iandasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.Data BPS kata Sutaryo tak kalah penting bagi perbankan dan pelaku dunia usaha didaerah.

"BPS merupakan satu-satunya yang memberikan data valid. Data Sensus Ekonomi memberikan gambaran yang utuh tentang prospek bisnis dan perencanaan investasi di daerah Kalbar.
Kalbar butuh investasi untuk menggairahkan ekonomi, oleh karena itu ”data" dan potret serta prospek investasi dunia usaha menjadi penting, "ujar Sutaryo pada Selasa (26/9/2017).

(Baca: Ngeri! Edy Sabet Juliyansyah dengan Pisau, Pemicunya Sepele )

lnformasi ”data” yang valid dari pelaku usaha juga ikut mendorong kesuksesan sensus ekonomi, dan memudahkan pemerintah untuk melakukan pemetaan potensi atau level ekonomi menurut wilayah, jenis dan pelaku usaha.

"Intinya sekarang bagaimana akurasi data yang disensus ini. Kadin mendukung BPS bagaimana dunia usaha memberikan data sebenar-benarnya. Kita melakukan sosialisasi kepada pengusaha, tidak usah takut data ini untuk kepentingan dan analisa kita," ujarnya.

Menanggapi keinginan BPS yang ingin bekerjasama dengan Kadin ia mengatakan sebenarnya sudah berjalan. Bahkan melalui siaran TV kepada masyarakat dan pelaku-pelaku usaha beberapa waktu lalu Kadin ikut melakukan sosialisasi agar pelaku usaha tidak menolak diwawancarai petugas sensus dan memberikan data yang valid.

"Hanya saja harus rutin, tidak semuanya tercover karena perlu dana besar. Jika tercapai data kongkrit yang kita dapatkan wah hebat, "ujarnya.

Kegiatan dunia usaha dan pengusaha yang berkecimpung dalam dunia ekonomi kata Sutaryo menganggap data statistik sebagai kebutuhan. "Data statistik digunakan untuk kelancaran aktivitas usaha para pelaku ekonomi. Karena tanpa adanya data statistik, kebutuhan mereka yang berupa permasalahan tertentu tidak dapat diuraikan dan diselesaikan dengan akurat, "ungkapnya.

Tanpa data statistik, suatu entitas akan kesulitan menentukan sikap dan mengambil keputusan atas permasalahan ekonominya. 

(Baca: Serahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Ini Pesan Awang Ishak )

Sebagai contoh kata Sutaryo para manajer memiliki kepentingan untuk memasarkan suatu produk barang. Dimana produk barang tersebut biasanya mempunyai target konsumen atau pasarnya sendiri. Maka manajer membutuhkan data statistik untuk kepentingan pemasaran produk tersebut.

Data statistik kata Sutaryo bisa berupa jumlah penduduk suatu daerah, kriteria masyarakat berdasarkan usia atau enis kelamin pekerjaan beserta penghasilan masyarakat dan sebagainya. Apabila dunia usaha tanpa bantuan data statistik, bisa jadi kata dia produk tidak akan sampai ke masyarakat, sesuai dengan jenis konsumen yang telah dibidik sebelumnya.

"Karena itulah data statistik menjadi penting untuk entitas dunia usaha. Dari contoh diatas, terdapat gambaran arti pentingnya data statistik bagi kegiatan pelaku ekonomi khususnya dunia usaha atau perusahaan, "ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved