Peternak Ini Bingung dengan Kotoran Sapi yang Menggunung di Kandang

Bertahun-tahun dirinya memelihara sapi. Untuk mengatasi timbunan kotorannya hanya dengan berpindah kandang sapi.

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Steven Greatness
TRIBUN PONTIANAK/MADROSID
Peternak sapi sedang membuang kotoran sapinya ke belakang kandang, di Desa Kuala Dua, Minggu (24/9/2017). Tumpukan kotoran sapi peternak terus menggunung tanpa ada solusi pembuangan yang tepat. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kubu Raya memiliki peternak sapi cukup banyak. Setiap tahunnya, produksi sapi selalu melimpah, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kubu Raya dalam setiap moment tahunan.

Karena itu, tak heran limbah dari peternak sapi, berupa kotoran sapi turut melimpah. Hal itu terus saja terjadi, memakan banyak ruang dan menimbulkan permasalahan jika berada di perkampungan.

Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan sebenarnya memiliki teknologi konversi pemanfaatan gas metan dari kotoran sapi, untuk memasak dan keperluan lainnya.

"Kalau memang ada kita sangat senang sekali. Sebab di sini kotoran sapi banyak sekali. Kita bayar juga tak masalah, asal bisa mengatasi memanfaatkan kotorannya," kata seorang peternak Sapi di Desa Kuala Dua, Mizan, Minggu (24/9/2017).

Bertahun-tahun dirinya memelihara sapi. Untuk mengatasi timbunan kotorannya hanya dengan berpindah kandang sapi. Atau mengupah orang lain, mengangkutnya ke tempat lain.

"Kandang ini baru sekitar 3 tahunan. Tiap hari sapi mengeluarkan kotoran cukup banyak. Jadi lama-kelamaan kalau tak diambil kotoran akan menggunung. Jadi kita susah mau di buang kemana," ungkanya.

Mizan saat ini memlihara tiga ekor sapi metal dan dua ekor sapi kampung. Dengan jumlah sapinya, produksi kotoran juga cukup banyak setiap hari. Sehingga ia sangat mengharapkan dinas peternakan bisa memberikan solusi.

"Itulah kita menginginkan sekali, cara yang bisa mengatasi kotoran sapi ini. Apalagi bisa dimanfaatkan kembali," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved