Teater Pitung Mengingatkan Jangan Lupa Budaya dan Ingat Pesan Orangtua

Ditanya soal hubungan teater dan pelajar, Bayu sangat mendukung keterlibatan pelajar dalam berkesenian.

Teater Pitung Mengingatkan Jangan Lupa Budaya dan Ingat Pesan Orangtua
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
Teater Pitung SMAN 8 Pontianak dengan judul pementasan “Larung” yang dimainkan 16 orang. 

Citizen Reporter

Obi SamhudiBayu Tri Wibowo
Tim Media dan Publikasi Parade Teater Pelajar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Parade Teater Pelajar 2017 yang mengangkat tema, “Mencintai Tradisi Membaca Kehidupan” yang diselenggarakan di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat memang memunculkan tradisi sebagai instrumen utama dalam setiap pementasan.

Seperti yang dilakukan oleh Teater Pitung SMAN 8 Pontianak dengan judul pementasan “Larung” yang dimainkan 16 orang.

Bayu Tri Wibowo, sebagai sutradara dari Teater Pitung SMAN 8 Pontianak menceritakan intisari dari pementasan yang dilakukannya.

Pada umumnya, cerita adalah tentang kesetiaan cinta yang menggunakan kisah-kisah kerajaan.

“Ceritanya tentang kesetiaan seorang pemuda terhadap kekasihnya walaupun sudah ditawari menjadi seorang raja, ia tetap memilih setia pada kekasihnya dan menolak tawaran tersebut,” ujar Bayu (23/9/2017).

Ia melanjutkan, secara keseluruhan pementasan ini merupakan deskripsi dari kebudayaan-kebudayaan yang sudah bergeser di tengah-tengah masyarakat.

Terkait pelajar, Bayu menyatakan bahwa hal tersebut tampak dari cara berpakaian yang belum sesuai dengan keadaan masyarakat saat ini.

“Kalau secara keseluruhan pementasan ini menyatakan bahwa kita mempunyai budaya yang sudah lama dan sekarang sudah bergeser terhadap budaya-budaya baru dan itu harus diatasi dengan baik. Contohnya, cara berpakaian yang sudah begeser dari nilai-nilai yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved