Begini Caranya Mencapai Keberhasilan Dalam Memimpin Organisasi
Ketika ketiga kecerdasan tersebut bersinergi maka akan menghasilkan suatu kekuatan yang solid untuk mencapai tujuan sebuah kepemimpinan.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebagaimana yang telah diketahui, kecerdasan emosial sangat penting dalam bekerja.
Nah terus bagaimana ya caranya mencapai keberhasilan memimpin organisasi secara optimal?
Selamat pagi, salam optimis. Saya tertarik dengan rubrik minggu lalu tentang kecerdasan emosional dalam bekerja.
Apakah ada kiat dalam mencapai optimalisasi keberhasilan dalam memimpin suatu organisasi. Terimakasih.
(Baca: Update Daftar Buku Terbaru dan Best Seller di Toko Buku Gramedia Pontianak )
Yuliandri, Sanggau
Selamat pagi salam optimis
Seperti dijelaskan minggu lalu bahwa kecerdasan emosi merupakan hal yang penting dikembangkan dalam kaitannya dengan sukses dalam memimpin.
Namun kecerdasan intelektual dan bahkan spiritual juga merupakan hal yang perlu dikembangkan juga.
Ketika ketiga kecerdasan tersebut bersinergi maka akan menghasilkan suatu kekuatan yang solid untuk mencapai tujuan sebuah kepemimpinan.
Untuk kiat praktis saya bisa jelaskan bahwa paling tidak ada tiga faktor penting yang perlu dimiliki seorang pemimpin, yakni sadar diri, sadar misi/tujuan, dan sadar peran.
Sadar diri adalah kondisi dimana seorang pemimpin tahu siapa dirinya, potensi dirinya, kelebihan dan kekurangan.
Pertanyaan penting adalah : Who am I”. DIsini diperlukan kemampuan untuk mengkaji atau menilai diri (self assessment).
Jika masih kurang perlu ditingkatkan, jika ada kelebihan perlu dikembangkan dan bagaimana caranya agar kekurangan dapat menjadi pemicu untuk menjadi kekuatan, pihak mana saja yang dapat mendukung kekuatan tersebut.
Sadar misi/tujuan, dimaksudkan bahwa seorang peimpin harus tahu arah dan tujuan yang akan dicapai sehingga dapat menyiapkan diri dan perangkat pendukungnya untuk mencapai hal tersebut.
Semua potensi dapat didayagunakan guna mencapai tujuan tersebut.
Sedangkan sadar peran dimaksudkan bahwa seorang pemimpin harus tahu apa perannya dalam memimpin organisasinya atau tahu perannya agar semua tujuan tercapai secara optimal.
Dengan mengetahui peran juga akan memahami bahwa seorang pemimpin adalah sebagai pelayanan bagi masyarakat atau organisasi yang dipimpinnya.
Dengan demikian juga berarti hubungan yang bersifat humanis (saling memberi, saling menghormati, saling menghargai) akan terjadi.
Ketiga “sadar” di atas akan menjadi bekal yang baik apabila dapat diterapkan secara baik.
Kalimat terakhir sebagai motivasi adalah : Jadikanlah kekuranganmu sebagai pemicu menuju kesuksesan dan jiwa inovatif Anda akan menemukan kelebihan Anda. Believe yourself, be success, be yourself”.
Semoga bermanfaat, Salam optimis.
Pakar Motivasi Karir, Chairul Fuad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wanita-karir_20170903_090552.jpg)