Breaking News:

Ada Perahu Nabi Nuh di Museum Galeri Motor Kapal Bandong Sintang

Warna kapal yang terdiri dari kombinasi merah dan biru juga sangat memikat mata. Tentu ini jadi satu diantara spot menarik untuk berfoto.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Arsitektur Museum Galeri Motor Kapal Bandong berdiri megah di Jalan Sintang Kelam, Rabu (20/9/2017). Museum ini jadi satu di antara spot wisata pilihan di Kabupaten Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Jika anda berkunjung ke Kabupaten Sintang, jangan lupa singgah ke Museum Galeri Motor Kapal Bandong di Jalan Sintang Kelam.

Dahulu masyarakat Sintang mengenalnya dengan sebutan “Perahu Nabi Nuh”.

Perjalanan ke museum hanya memerlukan waktu kurang lebih 15 menit dari Kota Sintang. Untuk masuk ke dalam museum, pengunjung hanya dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 5 ribu.

Arsitektur museum terbilang unik yakni berupa miniatur Kapal Bandong.

Warna kapal yang terdiri dari kombinasi merah dan biru juga sangat memikat mata. Tentu ini jadi satu diantara spot menarik untuk berfoto.

(Baca: Wabup Sintang Sebut Banjir Serawai Kiriman Dari Hulu )

Kita juga bisa naik ke lantai atas museum. Di lantai atas, kita bisa melihat berbagai macam benda bernilai seni dan budaya, seperti kain tenun ikat Sintang, aksesoris manik-manik, patung pahat dan beberapa kerajinan tangan lainnya.

Ada juga alat musik tradisional seperti kledik dan sape’. Karya lukisan dan foto juga terpampang di dinding dalam kapal.

Selain itu, kita juga bisa turun ke bagian bawah kapal melalui tangga yang berada di dalam. Di sisi bawah atau bagian perut kapal, kita bisa melihat mesin kapal bandong buatan Belanda yang masih berkondisi awet.

Seperti diketahui, Kapal Bandong merupakan alat transportasi sungai bagi mayoritas masyarakat Kalimantan Barat. Keberadaannya sangat vital, terutama bagi masyarakat yang hilir-mudik di sepanjang Sungai Kapuas dan sungai lainnya.  

Alat transportasi sungai ini pernah populer pada zaman dahulu. Saat ini, aktivitas kapal bandong mulai berkurang sejak perkembangan alat transportasi modern lainnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved