Aung San Suu Kyi Bantah Banyak Muslim Rohingya Mengungsi, Lho Kok Bisa?

Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi menegaskan bahwa dia tidak takut kecaman dan pengawa

Aung San Suu Kyi Bantah Banyak Muslim Rohingya Mengungsi, Lho Kok Bisa?
BBC
Etnik Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi di ibu kota Negara Bagian Rakhine, Sittwe, Myanmar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MYANMAR - Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi menegaskan bahwa dia tidak takut kecaman dan pengawasan dunia internasional atas penanganan pemerintah terhadap krisis Rohingya yang sedang berlangsung.

Hal itu disampaikan pidato nasional pertamanya Selasa (19/9/2017) mengenai situasi di negara bagian Rakhine utara yang telah menyebabkan lebih dari 400.000 Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Aung San Suu Kyi mengatakan, dia ingin berbicara dengan warga Muslim Rohingya untuk mencari tahu mengapa mereka pergi ke Bangladesh, karena, kilahnya sebagian besar Muslim Rohingya tidak mengungsi.

"Kami siap dengan proses repatriasi pengungsi secepatnya, kapan pun. Dan siapa pun yang diverifikasi sebagai pengungsi dari negeri ini akan diterima kembali tanpa masalah, dan akan mendapat keamanan penuh dan akses terhadap bantuan kemanusiaan," katanya.

(Baca: Patut Dicontoh! Bantu Orangtua, Pemuda Ini Modalkan Uang Tabungan untuk Rintis Usaha )

Aung San Suu Kyi mengklaim bahwa sejak tanggal 5 September kekerasan telah mereda.

Dalam beberapa pekan terakhir, Suu Kyi menjadi sasaran kecaman masyarakat internasional, terkait caranya menangani kekerasan trerhadap para Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Kekerasan terakhir ini dipicu oleh serangan bersenjata yang dilakukan militan Rohingya terhadap pos polisi pada bulan Agustus.

Namun aparat keamanan menanggapi seranngan ini dengan operasi militr yang brutal, yang mengarah pada sasaran sipil dan disebut pembersihan etnis oleh PBB.

Aung San Suu Kyi menyampaikan pidato itu di Naypyidaw, ibukota baru Myanmar, karena berhalangan untuk terbang menghadiri sidang Majelis Umum PBB pekan ini.

Halaman
123
Editor: Nasaruddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved