Apotek dan Toko Obat Diminta Tak Layani Pembeli Tanpa Resep

Kita sudah tampung laporan dari kabupaten dan kota, sejauh ini hasilnya tidak PCC diedarkan di sini.

Apotek dan Toko Obat Diminta Tak Layani Pembeli Tanpa Resep
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andy Jap. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Andy Jap menyatakan belum menerima laporan terkait peredaran obat keras jenis PCC di wilayah Kalimantan Barat.

“Kita sudah tampung laporan dari kabupaten dan kota, sejauh ini hasilnya tidak PCC diedarkan di sini,” ujarnya saat ditemui Tribun Pontianak, Selasa (19/9/2017) siang.

Agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban obat keras jenis PCC, Andi Jap meminta masyarakat jeli saat membeli obat, khususnya jenis tertentu.

(Baca: Andy Jap: Tak Ada Guna Sarana Lengkap Jika Akses Sulit Dijangkau )

Sedangkan untuk apotik atau toko obat, pihaknya berpesan tidak melayani lagi pembelian obat tanpa resep dokter.

“PCC itukan jenis obat keras, jadi harus dengan resep dokter belinya. Kita imbau juga agar apotik tidak menjual obat tanpa resep dokter. Kalo ada kita akan tindak tegas,” katanya.

Untuk memastikan peredaran obat keras jenis PCC atau parasetamol, kafein, dan carisoprodol, pihaknya segera melibatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak untuk menggelar razia dalam waktu dekat.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved