Geger! Nelayan Pontianak Barat Temukan Mayat Bayi. Kondisinya Bikin Pilu
Ketika dilakukan autopsi pada Senin (18/09/2017) di RS Universitas Tanjung Pura, mayat bayi berkelamin perempuan tersebut diduga hasil hubungan gelap.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dua orang warga Pontianak Barat, Ahmad (35) dan Saparuddin (26) menemukan kantong plastik yang berbau busuk dekat perahu kapal nelayan di Jalan Komyos Sudarso Gang Dasasila ujung pelabuhan TPI, Sungai Beliung, Pontianak Barat, pada Sabtu (16/09/2017).
Penemuan oleh dua orang yang juga adalah nelayan tersebut saat baru pulang memancing dikarenakan hujan.
Hingga saat dibuka kantong tersebut ternyata isinya adalah sesosok mayat bayi.
Ketika dilakukan autopsi pada Senin (18/09/2017) di RS Universitas Tanjung Pura, mayat bayi berkelamin perempuan tersebut diduga hasil hubungan gelap.
(Baca: Disdikbud Sintang Prihatin Pasangan Muda-Mudi Terjaring Razia Polres )
Ahli forensik Polda Kalbar, dr Edi Hasibuan menuturkan kondisi bayi dalam keadaan membusuk dan pemeriksaan tersebut adalah lanjutan untuk tambahan bahan bagi penyidik nantinya.
"Hasil sementara, bayi itu dibuang satu minggu lebih dan didalam rongga perut bayi, banyak terisi air," ujarnya.
Pelaksana Harian Kapolsek Pontianak Barat, AKP Agus Hani mengatakan, mayat bayi berjenis kelamin perempuan diperkirakan baru lahir satu hari.
"Ditemukan didekat kapal nelayan bersandar saat mereka berteduh, karena sedang hujan didekat kapal tersebut," ujarnya Senin (18/09/2017).
Diperkirakannya, mayat bayi tersebut sudah mengapung di Sungai Kapuas sekitar hari dibungkus kantong plastik kresek warna hitam terikat.
Ia mengatakan, saat penemuan, karena curiga dengan bau yang keluar dari kantong tersebut, kedua saksi yakni Ahmad (35) dan Saparudin (26) lantas meraih dan membuka kantong itu.
"Mayat bayi ini kami bawa dan disimpan di RS Sudarso untuk dilakukan autopsi di RS Untan. Setelah diautopsi, jasad tersebut akan dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Pontianak," katanya.
Polisi berpangkat balok tiga ini pun mengatakan, autopsi yang dilakukan adalah untuk mempermudah proses penyidikan kedepannya pada saat ibu dari bayi yang dibuang tersebut didapatkan oleh penyidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penemuan-mayat-bayi_20170918_172125.jpg)