Bank Indonesia Prediksi Pontianak Jadi Pelopor Kota Fintech Di Indonesia

Dengan MoU penerapan e-money di seluruh SPBU Kota Pontianak per 1 Januari 2018 mendatang, ia katakan semakin mendukung Pontianak sebagai smart city.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Dwi Suslamanto, mengatakan Kota Pontianak saat ini sudah sangat siap dalam penerapan e-money.

Dengan sudah MoU penerapan e-money di seluruh SPBU Kota Pontianak per 1 Januari 2018 mendatang, ia katakan semakin mendukung Pontianak sebagai smart city.

Ditegaskan, Dwi Suslamanto kalau ia yakin masyarakat Kota Pontianak sudah siap untuk menggunakan hal tersebut. Bukan tanpa alasan, berdasarkan data yang ada, generasi anak muda di Pontianak saat ini sangat banyak sehingga itu akan mendukung penerapan teknologi.

(Baca: Ini BBM di SPBU Tak Bisa Tunai Mulai 1 Januari 2018 )

"Kalau dari segi persyaratan dasarnya Kota Pontianak sudah sangat siap. karena struktur gen w sama gen z nya sudah dominan, jadi di struktur kependudukan itu gen w dan z familiar dengan mobile dan smart phone serta teknologi," ucapnya saat dilangsungkan MoU antara Pemkot Pontianak, Pertamina dan BI, Sabtu (16/9/2017).

Kemudian ia katakan karakter gen w juga suka yang simpel atau mudah dan jika nanti dalam pembelian di SPBU bisa jadi lebih simpel dan mudah.

"Kalau bayar itu memang resikonya banyak, pertama harus bawa uang banyak, dompet tebal, kemudian resiko uang palsu. Bagi Pertamina juga ada resiko. Resikonya di SPBU, ya nanti uang terkumpul dulu baru nyetor ke bank, jadi uang nganggur dan tidak bisa dikelola," jelasnya.

Program ini dinilainya sangat sejalan dengan program smart city, karena permasalahan perkotaan juga harus diselesaikan dengan smart.

Saat ini aplikasi Gencil yang dimiliki Pemkot juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengadu dan melaporkan kejadian yang ada, seperti melaporkan jalan rusak dan melaporkan harga komoditi yang ada.

"Ini bisa menjadikan Kalbar, khususnya Pontianak menjadi kota dengan fintech pertama di Indonesia, namun permasalahannya masih banyak masyarakat yang tidak paham. Tapi seiring dengan sosialisasi yang dilakukan maka masyarakat akan terbiasa," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved