Urusan Masyarakat Dipingpong, Ombudsman Panggil BPN

Urusan Masyarakat Dipingpong, Ombudsman Panggil BPN Kubu Raya.Hingga kemudian melaksanakan mediasi

Urusan Masyarakat Dipingpong, Ombudsman Panggil BPN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Madrosid
Sejumlah masyarakat menunggu antrean dalam mediasi permasalahan permohonan sertifikat tanah mereka, tak kunjung selesai sebelumnya, di Hotel Dangau, Jumat (15/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Berawal dari kekecewaan masyarakat dalam pengajuan sertifikat tanah kepada Badan Pertanahan (BPN) Kubu Raya, selanjutnya memilih mengadukan ke Ombudsman.

Hingga kemudian melaksanakan mediasi masyarakat dengan BPN Kubu Raya, di Hotel Dangau Jalan Ahmad Yani 2, Kubu Raya, Jumat (15/9/2017).

Sebanyak 5 warga dengan permasalahan tanah masing-masing, antre menunggu panggilan satu persatu.

(Baca: Laga Ditunda Akibat Rusuh, Arsenal Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa )

"Saya ini sudah mengurus sertifikat, selama dua tahun belum selesai. Lantaran ada pihak penyangga satu orang, sehingga akan dilakukan gelar. Namun ujung-ujungnya juga belum selesai. Permasalahan kita digantung," kata seorang warga, Ari Tonang warga Kecamatan Sungai Raya.

Dalam mediasi itu, BPN hanya sebatas mengakomodir semua permintaannya agar permasalahan tanah bisa segera diclearkan.

Jika memang ada penyangga, harus bisa melampirkan bukti-bukti.

(Baca: Jepang Panik! Korea Utara Kembali Menembakkan Rudal )

"Sebelumnya, kita ini dipingpong untuk mengurus sertifikat tanah oleh BPN pimpinan sebelumnya. Makanya yang sekarang ini masih berjanji mengupayakan, namun masih akan mempelajari terlebih dahulu semua permasalahan," ungkapnya.

Sejumlah permasalahan masyarakat dengan ending penundaan terbitnya sertifikat terjadi.

(Baca: Listrik Mahal, Kenapa Pemadaman Bergilir Masih Terjadi? )

Dalam mediasi ini, ada dua permasalahan sertifikat sudah menemui titik terang, diantaranya masalah wakaf.

"Harapannya BPN Kubu Raya bisa mengambil sikap terbaik. Setiap ajuan sertifkat tanah segera diselesaikan jangan dipingpong seperti dulu," harapnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved