DPP REI Pacu Anggota di Daerah
Hal ini juga selaras dengan apa yang dicanangkan Pemerintah mengenai pembangunan kota masa depan (future city).
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata mengungkapkan kegiatan Rakernas REI yang dikolaborasi dengan Indonesia Future City diharapkan mampu melahirkan satu rule model dalam pengembangan kota-kota pintar (smart city) di masa depan.
Hal ini juga selaras dengan apa yang dicanangkan Pemerintah mengenai pembangunan kota masa depan (future city).
"Melalui kegiatan ini juga kita ingin menunjukkan kepada pengembang di daerah bahwa modal boleh kecil kepala harus besar. Dalam artian pengetahuan pengembang harus besar bersama mimpi. Ini merupakan spesial dalam pameran nantinya pelaksanaan Mega Expo ketika pengunjung masuk langsung disuguhkan dengan rumah MBR, ini menunjukkan betapa perumahan MBR menjadi prioritas semua bisa kita lihat di Expo," ujar Eman pada Jumat (15/9/2017).
(Baca: 500 Proyek Properti Meriahkan REI Mega Expo 2017 )
Menurut Eman, melalui kedua acara ini pihaknya berharap semua pihak dapat memberikan masukan untuk tumbuhnya sentra-sentra pertumbuhan baru guna menciptakan pemerataan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia.
Seperti diketahui Pemerintah berencana membangun kota-kota baru di luar Jawa, di antaranya ada 10 kota baru, kawasan ekonomi khusus (KEK), 14 kawasan industri dan destinasi pariwisata prioritas.
REI menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintah membangun kota baru dan menciptakan sistem kota masa depan yang efisien dan livable. Dengan kompetensinya, pengembang anggota sudah terbukti mumpuni dalam membangun kota baru (township).
Selain itu, lewat rakernas dan IFC diharapkan lebih meningkatkan peran sektor swasta properti dalam mempercepat dan mensukseskan Program Sejuta Rumah (PSR) untuk rakyat yang merupakan program strategis pemerintah. Kemudian, ungkap Eman, event ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan industri properti sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang menciptakan banyak lapangan kerja.
"Sektor swasta harus berperan lebih luas dalam membangun sentra-sentra pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, seperti pembangunan kota baru, kawasan wisata, kawasan industri, dalam rangka redistribusi (penyebaran dan pemerataan) pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia," tegas Eman.
REI adalah organisasi perusahaan pengembang yang saat ini memiliki anggota lebih dari 3.000 perusahaan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Bidang usaha anggota REI berada di semua sektor dari mulai pengembangan kawasan kota baru, kawasan industri, pariwisata, perkantoran, perdagangan, perhotelan, komersial, terutama perumahan di semua segmen pasar dari realestat hingga rumah rakyat.
Oleh karena itu, Eman berani mengatakan bahwa sektor properti mempunyai peran strategis di negeri ini, karena multiplier effect-nya yang besar, tertuju ke semua arah, dan berkelanjutan. "Sektor ini mampu menggerakan ratusan industri hulu, menarik investasi baru, memberikan sumbangan retribusi dan pajak ke negara, serta menciptakan lapangan kerja dan ekonomi rakyat," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dpd-rei-papua-barat-ikut-serta-meramaikan-pameran_20170915_230632.jpg)