Populerkan Melukis di Atas Kapuak

Melukis di atas media berbahan dasar kayu kapuak memiliki kerumitan tersendiri. Meski rumit, namun melukis di atas kulit kayu

ISTIMEWA
Peserta sedang melukis di atas kulit kayu kapuak dalam kegiatan workshop dan lomba melukis berbahan kayu kapuak, di Taman Budaya, Pontianak, Sabtu (9/9/2017). 

Citizen Reporter
Ilham Setia

Pengiat Literasi Forum Sastra Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Melukis di atas media berbahan dasar kayu kapuak memiliki kerumitan tersendiri. Meski rumit, namun melukis di atas kulit kayu kapuak memiliki nilai estetika yang jauh lebih tinggi dengan media kanvas. Namun saat ini sukar ditemui masyarakat melukis di kayu kapuak.

Ketua Sanggar Terbit 12 Pontianak Adiansyah mengatakan di masa lalu banyak masyarakat yang melukis di atas kulit kayu kapuak, meski tradisional namun memiliki nilai kearifan yang tinggi.

(Baca: Inspirasi Low Rider, Ubah Wajah Mio Sporty )

“Saat ini untuk ukuran Pontianak, Pengrajin Kapuak sangat terbatas dan sudah mulai ditinggalkan,” kata Adi saat ditemui dalam workshop dan lomba melukis berbahan kayu kapuak, di Taman Budaya, Pontianak, Sabtu (9/9/2017).

Melukis di atas kayu kapuak, katanya, memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Karena biasanya melukis di kanvas itu lumrah.

(Baca: Doni Tangisi Kematian Anaknya! Murid SD jadi Korban Pengeroyokan )

“Bicara tekstur beda sekali melukis dengan kapuak. Kapuak memiliki tekstur yang dua atau tiga dimensi. Jadi udah jelas perbandingan nilainya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Adi Plontos itu juga menyampaikan bahwa melukis di atas kayu kapuak memiliki keunggulan. Karena tanpa digambar, dengan hanya dibingkai sudah sangat bagus tampilannya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved