Keterlaluan! Oknum Warga Singkawang Berbuat Tak Manusiawi ke Putri Temannya

Jajaran Polres Singkawang bergerak cepat menyikapi kasus pencabulan yang terjadi di Jalan Gunung Besi, Sedau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TRY JULIANSYAH
Sat Reskrim Polres Singkawang saat mengamankan terlapor dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur, Jumat (8/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Jajaran Polres Singkawang bergerak cepat menyikapi kasus pencabulan yang terjadi di Singkawang Selatan.

Sat Reskrim Polres Singkawang berhasil mengamankan terlapor, LSC, Jumat (8/9/2017).

"Setelah mendapat laporan, anggota langsung bergerak untuk mengamankan terlapor ini," ujar Kapolres Singkawang, AKBP Sandi Alfadien Mustafa, Jumat (8/9/2017) malam.

(Baca: Biadab! Siswi Kelas II SD jadi Korban Pencabulan Tetangga Sendiri )

Terlapor menurut Kapolres berusia sekitar 40 tahun yang  beralamat di Kecamatan Singkawang Selatan. Sedangkan pekerjaan pelaku sebagai karyawan kandang ayam.

"Modus operandi, pelaku menjemput korban yakni anak dari pelapor yang berusia sekitar 8 tahun di sekolahnya pada saat pulang sekolah, bersamaan dengan menjemput anak pelaku," kata Kapolres.

(Baca: Terekam CCTV, Ekor Patung Singa di Vihara Singkawang Dirusak Orang Tak Dikenal )

"Kemudian pelaku, korban bersama anaknya ke jalur sepi. Kemudian korban dicabuli di atas kendaraan sepeda motor yang sedang berjalan. Posisi korban di tengah dan anak pelaku di belakang motor," ungkapnya.

Menurut Kapolres, tindakan ini perbuatan yang dilarang dalam Undang-undang Perlindungan Anak.

Dimana disebutkan, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

(Baca: Foto-foto Aksi Solidaritas Umat Muslim di Kalbar untuk Rohingya )

Diakuinya pula pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut terkait motif pelaku.

"Saat ini kita terus melakukan pemeriksaan terhadap korban, orang tua korban, koordinasi dengan unit PPA. Serta jika terlapor terbukti bersalah, maka bisa dikenakan UU tentang pencabulan anak di bawah umur," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved