Polda Kalbar Kenalkan Tata Cara Berlalu Lintas Sejak Usia Dini

Hal ini tidak terlepas dari data WHO yang menunjukan kecelakaan yang jumlahnya fatalitas cukup banyak terjadi di Indonesia.

Polda Kalbar Kenalkan Tata Cara Berlalu Lintas Sejak Usia Dini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kegiatan program Masdudi oleh Dit Lantas Polda Kalbar di taman kanak-kanak yang ada di Kota Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Kalbar meluncurkan program Pembinaan Pendidikan Masyarakat Terpadu Sejak Usia Dini (Masdudi) dalam rangka membangun budaya tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polda Kalbar sejak usia dini.

Pelaksanaan Masdudi dilaksanakan dengan sasaran anak usia dini dengan bentuk kegiatan pengenalan rambu lalu lintas, bernyanyi, bermain taman lalu lintas, pengenalan tugas-tugas Polantas dan pemutaran film tertib lalu lintas.

Hal ini tidak terlepas dari data WHO yang menunjukan kecelakaan yang jumlahnya fatalitas cukup banyak terjadi di Indonesia.

Bahkan Indonesia bisa dikatakan masuk ke dalam lima besar dunia dikarenakan kecelakaan.

(Baca: Tingkatkan Kualitas Operasi, SAR Bersinergi Dengan Polda Kalbar )

Pada tahun 2014 di masa kepemimpinan Presiden SBY memang sudah pernah dicanangkan program pelopor keselamatan berlalu lintas. Namun memang hasilnya memang tidak begitu signifikan untuk mengurangi angka kecelakaan.

Oleh karena itu, berdasarkan instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 itu tentang dekade aksi keselamatan jalan. Khususnya pilar keempat tentang pengemudi yang berkeselamatan merupakan tugas kepolisian.

Berdasarkan intruksi presiden tersebut, Polda Kalbar kemudian membuat program yang dinamakan Masdudi. Terpaduan ini merupakan gabungan antara Dit Lantas Polda Kalbar, Diknas, IGTKI, Gop TKI, Astra Honda dan Jasa Raharja.

Kasubdit Dikyasa, AKBP Sri Riswati S.Pd mengatakan bahwa pihaknya mulai merambah dari anak-anak usia dini, kemudian remaja, dewasa, baru kepada orang tua. Bahkan beberapa taman kanak-kanak sudah didatangi.

"Kita sudah melakukan kegiatan ke beberapa TK sejak senin kemarin, TK Bhayangkari, Gembala Baik, Mujahidin, Al-Azhar dan beberapa lagi lainnya. Jadi kita juga kerjasama dengan guru-guru TK tersebut," katanya kepada Tribun Pontianak, Kamis (7/9/2017) siang.

Ada alasan kuat mengapa program tersebut menyasar mulai dari usia dini. Terutama anak-anak daya ingatnya masih terbilang tajam. Sehingga ketika kelak sudah remaja atau dewasa sudah mengerti mengenai aturan berlalu lintas.

"Dia juga akan mengingatkan kepada orangtuanya. Sejak kecil kita berikan seperti pembelajaran bagaimana pemakaian helm sehingga sekarang sudah banyak anak-anak yang naik motor pakai helm. Pengenalan Rambu lalu lintas, marka jalan dengan pembelajaran kreatif," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved