Disnakertrans Akan Cabut Izin Kerja dan Pidanakan Pemilik Perusahaan Jika Melakukan Ini

Selain pencabutan izin kerja, ada sanksi pidana. Sanksinya berat sesuai peraturan berlaku.

Disnakertrans Akan Cabut Izin Kerja dan Pidanakan Pemilik Perusahaan Jika Melakukan Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Syarat Kerja dan Jaminan Sosial, Sarma Manulang saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Sintang akan menindak tegas perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan anak-anak di bawah umur.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Syarat Kerja dan Jaminan Sosial, Sarma Manulang mengatakan sanksi berat sudah menunggu bagi perusahaan-perusahaan bandel yang kedapatan tidak mengindahkan aturan.

“Selain pencabutan izin kerja, ada sanksi pidana. Sanksinya berat sesuai peraturan berlaku. Ada Pasal 88 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” ungkapnya, Kamis (7/9/2017).

(Baca: Puluhan Karyawan Perusahaan Sawit Datangi DPRD Kapuas Hulu )

Sarma menjelaskan para perusahaan dan pengusaha harus tahu bahwa dalam UU Perlindungan Anak, mempekerjakan anak di bawah umur dilarang. Terutama pekerjaan-pekerjaan yang berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan anak.

“Eksploitasi anak bawah umur tidak dibenarkan. Anak seusia segitu harusnya menikmati pendidikan,” imbuhnya.

Khusus di Kabupaten Sintang, Sarma mengatakan belum ditemukan laporan perusahaan-perusahaan mempekerjakan anak di bawah umur. Aduan masyarakat terkait kasus-kasus ini juga belum diterima oleh pihaknya.

Kendati demikian, dia tidak memungkiri jika ada kemungkinan anak bekerja. Namun, itu bukan keinginan perusahaan.

(Baca: Wapada, Tercatat Sudah 33 Kasus TBC di Desa Lingga )

“Seperti contoh, ketika ada anak yang diajak bapaknya ke sebuah perusahaan. Perusahaan itu tempat ayahnya bekerja. Lalu, ayahnya meminta anak itu bantu angkat bibit. Jika seperti ini apakah anak itu pekerja perusahaan atau bukan? Jelas bukan, karena dia diminta orangtuanya membantu,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved