BPBD Beberkan Penyebab Banjir di Beberapa Wilayah Landak, Berikut Solusinya
Solusinya yang pertama harus ada penghijauan, kemudian yang kedua harus ada pendalaman kembali normalisasi.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Banda Kolaga mengatakan, untuk penyebab dari banjir yang terjadi di wilayah Landak faktor utama menurutnya kondisi alam.
"Pertama itu alam, sebab serapan-serapan air sudah berkurang. Karena kayu-kayu yang sifatnya menyerap air itu kan pohon-pohon buah. Kalau sawit itu bukan meresap tapi menghisap bisa pada hari-hari biasa," ujar Banda kepada Tribun pada Kamis (7/9/2017).
Kemudian yang kedua menurutnya, Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sudah banyak tersumbat dan tidak tepelihara.
"Kayu banyak yang tumbang ke sungai, kalau tumbang ini kan mengakibatkan air tersumbat atau tertahan," katanya.
(Baca: Tinjau Banjir, Ini Janji dan Permintaan Wabup Sintang )
Maka dari itu solusinya yang pertama harus ada penghijauan, kemudian yang kedua harus ada pendalaman kembali normalisasi. "Ketia yang tidak kalah penting, harus ada aturan yang jelas dalam hal penanaman bagi masyarakat yang berkebun di daerah bukit," jelasnya.
Karena jika daerah sumber air di dataran tinggi tidak ada pohon sebagai penahan-penahan, otomatis air turun tidak ada yang nahan dan tidak ada yang meresapnya. "Jadi kalau ada yang nahan, debit air yang turun tidak langsung melimpah," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-pelaksana-bpbd-landak-banda-kolaga_20170907_201634.jpg)