Umat Buddha Kalbar Sikapi Krisis Kemanusiaan Rohingya

Pimpinan Walubi, majelis dan lembaga keagamaan Buddha se-Kalbar memandang perlu membuat pernyataan sikap terkait tragedi kemanusiaan tersebut.

Penulis: Steven Greatness | Editor: Steven Greatness
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
Surat pernyataan sikap Walubi dan lembaga umat Buddha di Kalbar terhadap krisis kemanusiaan di Myanmar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pimpinan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) beserta segenap pimpinan majelis dan lembaga keagamaan Buddha di Kalbar membuat penyataan sikap menyusul terjadinya pergolakan sosial dan politik yang memicu terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar.

Ketua Walubi Kalbar, Edy Tansuri, mengatakan, krisis kemanusiaan tersebut telah menimbulkan jatuh korban jiwa masyarakat sipil secara umum, khususnya etnis Rohingya.

Karena itu, pimpinan Walubi, majelis dan lembaga keagamaan Buddha se-Kalimantan Barat memandang perlu membuat pernyataan sikap terkait tragedi kemanusiaan tersebut.

Ia menambahkan, setelah menyimak fenomena eskalasi sosial, kemanusiaan dan kekerasan yang menimpa saudara-saudari kita di Rakhine, Myanmar. Di mana dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat sipil secara umum, khususnya etnis Rohingya.

"Mengingat konflik yang kian merebak dan tak kunjung reda maka kami pimpinan Walubi, majelis, dan lembaga keagamaan Buddha se-Kalimantan Barat beserta seluruh anggotanya menyatakan sikap," ujarnya, Rabu (6/9/2017)

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan terdiri dari:

  1. Turut prihatin dan duka cita yang mendalam atas tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat sipil di Rakhine, Myanmar yang telah menimbulkan korban jiwa, psikis, dan material.
  2. Persekusi dan pembunuhan yang terjadi tersebut bukanlah konflik SARA, melainkan konflik sosial dan kemanusiaan.
  3. Mengajak kepada semua pihak untuk segera menghentikan kebencian dan kekerasan dengan mengembangkan cinta kasih dan kasih sayang tanpa batas.
  4. Mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan perlindungan terhadap semua pihak, bantuan, dan hak-hak dasar seluruh warganya.
  5. Meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menjadi fasilitator perdamaian di Rakhine.
  6. Mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menghindari aksi provokatif dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.
  7. Meminta kepada seluruh aparat keamanan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat untuk selalu sigap menyikapi perkembangan dan situasi kekinian secara adil dan bijaksana.

Demikian pernyataan sikap kami, semoga dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan Sang Tiratana. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu , Sadhu, Sadhu.

Tertanda,
Ketua Walubi Kalbar, Edy Tansuri
Ketua NSI Kalbar, Djung Lung Sang
Ketua MNSBDI Kalbar, R Kurniadi Darmara
Ketua Madhatantri Kalbar, Heriyanto Halim
Ketua Kasogatan Kalbar, Rudi Cahyadi Lim
Ketua MTI Kalbar, Eddy Muherman.

Mengetahui,
Ketua Pembimas Buddha, Saryono. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved