Isu Geopolitik, Mayoritas Saham Turun

Pimpinan Cabang Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry mengatakan kemarin IHSG naik mendekati akhir sesi 2 berbarengan membaiknya bursa tetangga.

Isu Geopolitik, Mayoritas Saham Turun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak Therian Perry 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wall Street kembali tertekan oleh kembali memanasnya geopolitik Korut- AS. Korut diberitakan memindahkan posisi rudal balisitik-nya. Disamping itu, badai Irma tengah menuju Florida dan diperkirakan jauh lebih besar dari badai Harvey. Jika DJIA turun -1,07 persen, S & P turun -0,76 persen.

Pimpinan Cabang Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry mengatakan kemarin IHSG naik mendekati akhir sesi 2 berbarengan dengan membaiknya bursa tetangga.

Perdagangan di Pasar Reguler sepi dengan nilai transaksi Rp4,5 triliun dan Asing Jual Bersih 16,6 persen. Dan ini membuat total Pembelian Asing di BEI menjadi negatif (jual bersih).

(Baca: Anggota DPR RI Ini Suruh Bupati Berkantor di Daerah Kondisi Insfrastruktur Parah )

Pagi ini bursa tetangga seperti Singapura dibuka naik tipis, sedangkan bursa Kuala Lumpur turun tipis. Setelah aksi percobaan bom Hidorgen (nuklir) Korut pasar dunia (termasuk BEI) diliputi kekhawatiran akan perang yang jauh lebih besar.

Akibatnya, rebound yang terjadi kemarin pun berlangsung ragu-ragu (baru diakhir Sesi dan tipis, sehingga kini masih minus 06 persen dalam 2 hari terakhir). AS kembali mengusulkan sangsi lebih keras untuk Korut ke PBB. AS juga membuka batas teknologi perang yang dapat dibeli Korea Selatan dan Jepang.

Bahkan hulu ledak yang dipasar oleh Kor Sel di rudal-nya tidak lagi dibatasi dari dahulu 500 Kg. Diberitakan Kor Sel mengaktif system pertahankan rudalnya, dsb.

Intinya, terlihat adanya kekhawatiran yang meningkat. Bahkan disebut-sebut, Korut akan kembali melakukan peluncuran rudal.

"Dengan geopolitik semakin panas, maka IHSG akan turun. Dihari Senin terlihat hampir semua saham turun akibat isu geopolitik. Kini paska uji nuklir, 'suhu' goepolitik semakin panas," ungkap Theryan.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved