Lokasi Padat Penduduk Wajib Dilengkapi Tangki Penampungan Air Bawah Tanah
Berkaca dari beberapa insiden kebakaran yang terjadi, petugas pemadaman kesulitan mencari sumber air saat proses pemadaman api.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Keberadaan tangki penampungan air bawah tanah atau ground tank memadai dirasakan penting di daerah padat penduduk seperti permukiman, pertokoan, kantor pemerintahan dan lokasi strategis lainnya di Kabupaten Sintang.
Berkaca dari beberapa insiden kebakaran yang terjadi, petugas pemadaman kesulitan mencari sumber air saat proses pemadaman api.
Kepala Seksi Damkar Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Sat Pol PP & Damkar) Kabupaten Sintang Yudius tidak menampik sulitnya mencari sumber air saat pemadaman si jago merah.
(Baca: Dukung Kebijakan Pemkab Sintang Rekrut Guru Kontrak, Ini Harapan Adrianus)
Kondisi pemadaman setiap insiden jelas berbeda dan tidak bisa sama rata.
“Sebelum memadamkan api, mobil tangki damkar sudah ada persediaan air. Tapi ketika kebakaran besar dan air di mobil tangki habis, tentu harus mencari sumber air lagi. Kalau sumber airnya dekat enak, jika jauh tentu sangat menyulitkan,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Senin (4/9/2017).
Yudius menambahkan selama ini ketika stok air tangki mobil damkar habis saat pemadaman, pihaknya harus pandai antisipasi kehabisan air dengan mencari sumber air terdekat guna isi ulang air. Namun, hal ini dirasa kurang efektif lantaran perlu waktu perjalanan untuk jangkau sumber air.
“Belum lagi saat menunggu isi ulang tangki damkar. Kami harus jemput bola dan berkoordinasi bergantian mengisi. Sumber paling besar air sungai, namun kadang juga ambil dari kolam-kolam dekat perumahan warga. Cuma kalau sedot dari kolam itu berisiko, ada lumpur dan pasir. Kalau masuk ke tangki bisa rusak noozle (kepala selang penyemprotan;red) kami,” terangnya.
Strategi lain, mobil damkar bertangki paling besar dijadikan sebagai pemadam utama. Empat mobil lain bertugas sebagai penyuplai air ke dalam tangki mobil pemadam utama melalui nozzle cabang delapan. Hal ini terus dilakukan hingga api benar-benar dipastikan padam.
“Kami harap ground tank ini bisa terwujud. Paling tidak harus ada di titik padat penduduk di Kabupaten Sintang,” harapnya.
Untuk merealisasikan ini, pihaknya telah usulkan pembangunan delapan Ground Tank tambahan ukuran 6x9 meter ke Pemkab Sintang pada tahun 2018 mendatang. Ukuran itu diharap dapat menampung air untuk empat sampai enam tangki mobil damkar. Pihaknya tinggal menunggu persetujuan Pemkab dan DPRD. Saat ini, Sintang baru memiliki empat ground tank.
“Nanti tempat pembangunan tangki itu disesuaikan kriterianya. Semoga usulan kami disetujui. Ini demi mempermudah tugas kemanusiaan,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tangki-penampungan-air-bawah-tanah-atau-ground-tank_20170904_201755.jpg)