Banjir di Ketapang

Banjir di Jelai Hulu Diduga Akibat Hutan di Hulu Sungai Sudah Gundul

Diduga penyebab banjir yang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya ini karena ada perusahaan membabat gundul hutan daerah hulu Sungai Jelai.

Penulis: Subandi | Editor: Rizky Zulham
ISTIMEWA
Rumah Ambruk dan tenggelam Akibat Banjir di Jelai Hulu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak di Ketapang, Subandi

TRIBUNPINTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait banjir melanda Kecamatan Tumbang Titi dan Jelai Hulu beberapa hari terakhir.

Diduga penyebab banjir yang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya ini karena ada perusahaan membabat gundul hutan daerah hulu Sungai Jelai.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa Tanggerang sekigus Koordinator Posko Paroki Tanjung, Basri dan Sarina (45) korban banjir di Desa Tanggerang. Basri menceritakan penyebab banjir memang karena pada Senin (28/8) hingga Rabu (30/9) terjadi hujan lebat di wilayahnya.

Tapi menurutnya banjir saat ini berbeda dibanding sebelum-sebelumnya. Pada banjir dahulu tidak sampai ada kerugian materi seperti rumah tumbang tapi hanya rumah terendam.

“Kalau sekarang posisi banjir arusnya sangat deras sekali hingga menghayutkan rumah warga di Jelai Hulu,” kata Basri kepada wartawan di Posko Paroki Tanjung di Desa Tanggerang Kecamatan Jelai Hulu, Minggu (3/9/2017).

(Baca: Kirim Tenaga Medis untuk Bantu Korban Banjir Yang Sakit)

Pihaknya menduga berbedanya banjir saat ini ada kemungkinan karena hutan di hulu Sungai Jelai sudah gundul karena dibabat perusahaan. Sehingga tak ada lagi pohon-pohon yang menahan air hujan tersebut.

“Sehingga ketika air hujan itu turun ke Kecamatan Jelai Hulu menjadi sangat deras. Jadi banjir kali ini geraknya lain dibanding banjir sebelum-sebelumnya. Banjir kali ini begitu cepat karena airnya sangat deras,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved