Begini Cara Efektif Menanam Bawang Merah

Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kapuas Hulu, Jasmin menjelaskan, bawang adalah produk hortikultura.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Sahirul Hakim
Poktan Mekar Sari, di Desa Seluan, Kecamatan Putussibau Utara, saat menunjukan hasil pengembangan komiditi bawang merah di Kapuas Hulu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kapuas Hulu, Jasmin menjelaskan, bawang adalah produk hortikultura.

Bawang tidak boleh kurang air dan lahan tanamnya juga tidak boleh tergenang.

"Cara inilah yang harus menjadi perhatian para petani, disamping itu ancaman hama harus diwaspadai," katanya kepada wartawan, Minggu (3/9/2017).

(Baca: Ngeri! Berikut Penyakit Akibat Merokok )

"Begitu juga lahan tanam harus berbentuk bedengan, untuk mengantisipasi genangan hujan, sehingga siung bawang yang ditanam, tidak busuk. Kalau kemarau juga harus intensif disiram. Terutama pada 15 hari pertama tanam," jelasnya.

Jasmin menilai, potensi lahan di Bumi Uncak Kapuas sudah memadai untuk menanam bawang.

Apalagi Kapuas Hulu merupakan daerah yang sangat tropis.

(Baca: Guru Honorer Keluhkan Banjir di Akun Facebook )

"Dalam kurun 50 hingga 60 hari masa tanaman, bawang sudah bisa panen. Hasilnya juga sudah bagus, seperti hasil panen di Seluan," ucapnya.

Untuk kedepannya, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu harus bisa mendukung penjualan. Setidaknya untuk pemenuhan lokal.

"Kalau dari kami, bawang merah sudah jadi wacana untuk lebih fokus tahun depan. Terutama untuk benih bawang merah yang unggul," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved