Bongkar Saracen Lain, Sindikat Kelompok Pelaku Kejahatan Siber

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara beralasan Saracen belum diblokir karena pihaknya membantu proses penyidikan polisi.

Bongkar Saracen Lain, Sindikat Kelompok Pelaku Kejahatan Siber
net
ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Terbongkarnya kelompok Saracen, sindikat kelompok pelaku kejahatan siber oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri patut diapresiasi.

Tentu saja ini membutuhkan kerja cerdas polisi agar aksi kelompok ini bisa dibongkar.

Namun, meski pihak kepolisian berhasil meringkus produsen dan penyebar konten ujaran kebencian di jejaring sosial, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) hingga saat ini belum memblokir situs Saracen.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara beralasan Saracen belum diblokir karena pihaknya membantu proses penyidikan polisi.

Pemblokiran dilakukan begitu proses tersebut usai dan sudah tidak dibutuhkan lagi oleh aparat kepolisian.

(Baca: Warga Singkawang Gempar Isi Tas Merah di Pembuangan Sampah

Untuk pemblokiran, kata Rudiantara, tidak perlu ada surat menyurat dari aparat kepolisian ke Kementerian Kominfo, cukup koordinasi antarkeduanya.

Sebelumnya Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil meringkus Kelompok Saracen, sebagai produsen dan penyebar konten ujaran kebencian di jejaring sosial.

Kepolisian menetapkan tiga tersangka yakni JAS, MFT dan SRN dalam kasus tersebut.

Grup Saracen membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennews.com.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved