Angkutan Online Sebuah Keniscayaan

Go-Jek adalah layanan on demand yang berbasis aplikasi. Go-Jek sudah ada di 55 wilayah di Indonesia.

Angkutan Online Sebuah Keniscayaan
TRIBUNPONTIANAK/SYAH
Seorang pengendara Go-jek sedang berhenti di lampu merah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Siapa yang tak kenal Go-Jek. Platform berbasis digital penyedia jasa transportasi ini kini telah merambah kota khatulistiwa, Pontianak. Setelah sukses memberikan layanan ojek online di wilayah seperti Jabodetabek, kota-kota besar di Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi, kini PT Gojek Indonesia membidik wilayah lain untuk memperluas jaringan jasa antar dan jemput ini, termasuk Kalimantan, khususnya Pontianak.

Layanan Go-jek Indonesia memberi warna baru bagi ojek sebagai moda transportasi alternatif. Selain itu memberi identitas dan kebanggaan baru kepada para pengojek melalui seragam jaket hijau yang dikenakan, membuat para pengojek melek teknologi, dan berhasil meningkatkan taraf hidup para pengemudi ojek.

"Go-Jek adalah layanan on demand yang berbasis aplikasi. Go-Jek sudah ada di 55 wilayah di Indonesia. Hingga saat ini sudah mencapai 44 juta kali download aplikasi dengan lebih dari 300 ribu mitra," ujar Public Affairs Senior Advisor, Go-Jek Indonesia, Aziz Hasibuan saat berkunjung ke Tribun Pontianak kemarin (28/8).

Sejak awal peluncuran Januari 2015 Go-Jek terus berkembang dan hingga kini telah memiliki 16 menu, dengan 3 menu di dalamnya adalah transportasi orang. Hal ini membuktikan bahwa Go-Jek bukanlah platform yang hanya bergerak di bidang transportasi saja tapi juga diberbagai pelayanan.

Sejauh ini telah banyak yang turut bekerjasama dengan Go-jek. Misalnya Bank, tabungan Haji Umroh, bahkan cicilan rumah. Aziz juga mengatakan Go-Jek sendiri bercita-cita memberdayakan sektor informal di mana saat ini untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah bergabung jumlahnya tak sedikit.

Jumlah mitra UMKM sendiri sudah lebih dari 100 ribu. Dengan ini diharapkan akan semakin banyak UMKM yang turut bergabung bersama Go-Jek. Dampak sosialnya untuk mitra bisa meningkatkan pendapatan, dan lapangan kerja. Untuk pelanggan juga menjadi lebih produktif, sedangkan untuk bisnis UKM jadi menemukan pasar dari platform bisnis online.

Walikota Pontianak, Sutarmidji menyambut baik masuknya Go-Jek ke Pontianak. Namun, ia mengingatkan pihak Go-Jek segera berkomunikasi dengan BP2T Kota Pontianak dan Dinas Perhubungan Kota Pontianak untuk proses izin dan lainnya.

"Supaya kita tahu siapa penanggungjawabnya, dimana kantornya, sehingga kalau ada apa-apa gampang mengurusnya" ujarnya kepada Tribun usai bertemu dengan manajemen Go-Jek kemarin.
Perubahan teknologi baru e-commerce memang tak bisa dilawan.

Termasuk masuknya Go-Jek yang kini juga menguasai pemain di bidang logistics dan payment. Payment Go-PAY yang dipakai Go-Jek saat ini sudah menjadi e-wallet terbesar di Indonesia, mengalahkan e-wallet yang dibuat bank dan telko.Yang mengkhawatirkan, supplier produk lokal akan tergantikan oleh produk-produk asing jika tak mampu mengambil peluang emas berkembangnya e-commerce ini.

Terkait ini Walikota Pontianak, Sutarmidji mengingatkan agar jasa angkutan online yang dibangun oleh anak muda Kota Pontianak jangan kalah dengan keberadaan Go-Jek. Ia mencontohkan ada anak muda asal Kota Pontianak yang sudah masuk 30 anak muda berpengaruh di Asia Tenggara, Benny Fajarai. Artinya potensi anak muda kreatif di Kota Pontianak sebenarnya mampu.

Untuk melindungi pasar Indonesia dan mendorong produsen lokal bisa bersaing di pasar e-commerce, serta membawa produk-produk lokal masuk ke pasar global sudah semestinya
pemain-pemain e-commerce lokal di Indonesia, termasuk Pontianak bersatu. Kita berharap, Go-Jek juga bisa meningkatkan pendapatan UMKM lokal mitra, sesuai komitmen Go-Jek.

Pemain e-commerce lokal harus saling support satu sama lain. Jalin sinergi dan tumbuh dalam kebersamaan. Produk-produk lokal harus berdaya di negeri Indonesia. Jangan sampai produk-produk lokal digilas habis dan tidak diserap oleh pasar dengan baik, saking mendominasinya produk-produk luar di negeri ini! (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved