Gapki Kalbar Sebut Sawit Layak Jadi Icon, Ini Alasannya

Bahkan ia mengatakan adanya perkebunan kelapa sawit mampu mengentas kemiskinan karena mengurangi pengangguran...

TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Moses (kanan) saat berkunjung ke Kantor Tribun, Jumat (25/8/2017) 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat (Kalbar) Kalbar, Mukhlis mengungkapkan perkebunan kelapa sawit sangat berperan terhadap perekonomian masyarakat Kalbar.

Bahkan ia mengatakan adanya perkebunan kelapa sawit mampu mengentas kemiskinan karena mengurangi pengangguran.

"Yang bekerja langsung banyak, bisa dibayangkan perkebunan kelapa sawit ini memberikan dampak. Kaitannya dengan plasma, jika 20 persen dari 1,4 juta artinya milik petani 200 hektar. Itu yang dikerjakan dari perusahaan. Jika dihitung ada sejuta lebih individu yang bergantung dengan sawit, " ujar Mukhlis saat mengunjungi Kantor Tribun Pontianak, Jalan Sungai Raya Dalam pada Jumat (25/8/2017).

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat (Kalbar) Kalbar, Moses mengatakan dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sawit dan turunannya maka sawit layak menjadi icon Kalbar.

Baca: Patahkan Persepsi Negatif Sawit, Ini Kata Gapki Kalbar

Bahkan hal tersebut ia ungkapkan saat pertemuan dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.

"Sawit bisa menjadi icon Kalbar. Tinggal mau bagaimana mengembangkan sawit dengan turunannya. Kita coba cari terobosan-terobosan agar sawit jadi icon Kalbar. Untuk harga menurut prediksi masih stagnan, bagus dan masih ekonomis. Harga masih aman jika diatas Rp7000. Setahun terakhir harganya masih aman. Pernah dibawah Rp7000 pada 2015 lalu," ujarnya.

Ternyata kata Moses tandan kosong bisa di abstrak menjadi energi tebarukan.

Kerjasamanya oun akan dilakukan dengan PLN dan akan dicoba di Balai Karangan.

Sehingga masalah lingkungan yang saat ini dihadapi kata dia bisa teratasi.

Dari limbah ini juga bisa menghasilkan gas meta yang bisa diolah menjadi energi juga rencananya akan dikembangkan di Meliau.

"Turunan dari kelapa sawit banyak, bisa tandan kosong, buah, cangkang. Masih banyak yang bisa membuat semuanya bernilai tambah, tinggal aturannya direvisi. Jika minjam ke bank kalau bisa janganlah seperti industri lain. Pelepah sawit saat ini juga dibutuhkan oleh China, kita kedatangan tamu dari kanada ternyata tandan kosong bisa jadi aptur dan malaysia airline udah pakai dengan kategori A1 standar amerika," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved