Alasan Masyarakat Hulu Sungai Tolak Perusahaan Tambang Bauksit

“Masyarakat ingin mempertahankan keasrian hutannya karena menjadi satu di antara sumber penghasilan mereka juga,"ujar Sabinus Andi

Tayang:
Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait akan masuknya investasi perusahaan Bauksit Group Alam Indo. Khususnya Cakra Internusa, Bino Artomas Mineral, Ridatama Cahaya Abadi dan Rejeki Jaya Mandiri yang akan beroperasi di enam desa di Kecamatan Hulu Sungai.

Khususnya di Desa Riam Dadap, Cinta Manis, Sekukun, Batu Lapis, Lubuk Kakap dan Beginci Darat.

Sejumlah warga di Hulu Sungai menolak masuknya perusahaan itu.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Bihak Sekayuq, Sabinus Andi.

Menurut Sabinus alasan penolakan di antaranya karena perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

(Baca: Masuknya Perusahaan Tambang di Hulu Sungai Harus di Kaji Ulang )

Kemudian masyarakat menolak perusahaan pertambangan karena hutan di wilayahnya masih bungas atau primer.

“Masyarakat ingin mempertahankan keasrian hutannya karena menjadi satu di antara sumber penghasilan mereka juga. Banyak yang mengantungkan hidupnya dari hasil hutan itu,” katanya kepada wartawan di Ketapang, Rabu (23/8/2017).

Kemudian masyarakat khawatir tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja. Lantaran terhalang kualifikasi pendidikan dan lain sebagainya.

“Masyarakat takut hanya menjadi penonton ketika ada perusahaan masuk di tempatnya,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya juga khawatir dampak perusahaan itu mencemari lingkungan khususnya aliran Sungai Bihak. Lantaran hampir semua masyarakat setempat menggunakan air sungai itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Apalagi infonya perusahaan memfload wilayah yang menjadi objek tambang seluas-luasanya. Pada hal sebelumnya status di Hulu Sungai banyak kawasan hutan produksi. Jadi kita secara tegas menolak perusahaan tambang tersebut,” ujarnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved