Oknum Wartawan Diduga Peras Kades Langgar Kode Etik
Bisa juga sekadar menanyakan kepada kami tentang wartawan yang baru dikenal itu, apakah benar-benar wartawan atau bukan,
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Landak, Kundori mengimbau para masyarakat serta Kepala Desa (Kades) yang akan mengelola anggaran dana Desa untuk menolak wartawan yang meminta imbalan atau sebagainya.
"Kami meminta agar Kades yang mengelola anggaran dana Desa yang dialokasikan Pemerintah Pusat, tidak perlu melayani wartawan yang tidak jelas karena ingin mendapatkan sesuatu dengan mengancam melakukan pemberitaan," katanya.
Lanjutnya lagi, jika ada pemerasan agar segera lapor ke aparat hukum. Kemudian IWO Landak meminta supaya pengelola anggaran dana Desa yakni Kades untuk tidak melayani wartawan yang hanya berkepentingan memanfaatkan adanya anggaran dana tersebut.
"Terkecuali wartawan yang datang memang melakukan tugasnya dengan tujuan edukasi dan kontrol. Kami meminta Kades tidak apriori, dan melayani wartawan yang memang melaksanakan tugasnya. Selain itu harus bisa membedakan antara yang abal-ab dan sungguhan," bebernya.
Oleh karena itu, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan oleh wartawan. Segera laporkan ke polisi, agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.
"Bisa juga sekadar menanyakan kepada kami tentang wartawan yang baru dikenal itu, apakah benar-benar wartawan atau bukan," sarannya