Gerebek Sebuah Rumah, SPORC Kalbar Dapatkan Dua Individu Orangutan yang Akan Dijual

Setelah dilakukan penyelidikan terlebih dahulu, sekitar pukul 08.30 WIB tim melakukan penggerebekan di saat pelaku TAR (19) sedang berada di rumah.

Gerebek Sebuah Rumah, SPORC Kalbar Dapatkan Dua Individu Orangutan yang Akan Dijual
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Petugas menunjukan satu individu orangutan pada press release kasus perdagangan satwa lanka Orangutan di Mako Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, Selasa (22/8/2017). SPORC di backup Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar mengamankan dua ekor Orangutan (Pongopygmaeus) jenis kelamin jantan berusia 1 tahun dan betina berusia 10 bulan dari seorang pelaku perdagangan satwa lanka inisial TAR (19) di sebuah rumah,jalan Kom Yos Sudarso, Gg Timun, Pontianak, Kalbar pada 21 Agustus 2017. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 21 ayat 2 huruf a jo,pasal 40 ayat 2 UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, tersangka diancam hukuman penjara paling lama 5 tahun plus denda paling banyak Rp 100 juta. Dua individu orangutan tersebut akan dibawa ke International Animal Rescue (IAR) Indonesia di Ketapang untuk direhabilitas, saat ini tercatat ada 111 Individu Orangutan yang direhabilitas di IAR Ketapang. Tribun Pontianak/Anesh Viduka 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satuan Polhut Reaksi Cepat (Sporc) Brigade Bekantan Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak yang dibackup Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan penggerebekan sebuah rumah di Jalan Komyos Sudarso, Gang Timun, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kota Pontianak yang menjadi tempat penyimpanan satwa langka orangutan (Pongo Pygmaeus), Senin (21/8/2017) kemarin.

Kasi Gakkum, Balai Pengamanan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Kalimantan, David Muhammad mengatakan bahwa operasi tangkap tangan ini dimulai ketika Tim Sporc mendapatkan laporan dari masyarakat ada sebuah rumah yang menjadi tempat menyimpan satwa langka.

"Setelah dilakukan penyelidikan terlebih dahulu, sekitar pukul 08.30 WIB tim melakukan penggerebekan di saat pelaku TAR (19) sedang berada di rumah. Ketika digeledah di garasi rumahnya ditemukan satwa langka dua individu orangutan dalam keranjang packing dan kandang yang siap dijual kepada pembeli," katanya kepada Tribun Pontianak, Selasa (22/8/2017) pagi.

Baca: Foto-foto Orangutan Saat Diamankan Petugas di Mako SPORC

Barang bukti yang disita petugas dari tangan pelaku terdiri dari dua individu orangutan (pongo pygmaeus) jenis kelamin betina 10 bulan dan jantan satu tahun, dua buah kandang kawat, dua buah keranjang plastik, dua buah handphone, dan buku tabungan. Pengakuan pelaku bahwa pelaku telah lama melakukan jual beli satwa langka, baik secara online maupun transaksi langsung.

"Berdasarkan informasi yang didapatkan dari pelaku bahwa orangutan ini didapatkan dari supplier di daerah Kabupaten Sintang. Modus oprandinya ialah pelaku mendapatkan pemesanan terhadap orangutan kemudian pelaku memesan kepada pelaku yang ada di Sintang yang bisa menyuplay orangutan ini," katanya.

Selanjutnya orangutan dijual kembali secara online melalui akun Instagram dengan memajang foto serta tarif harganya dan via chatting (instagram/whatsapp) untuk tawar menawar harga satwa langka. Dari postingan tersebut yang kemudian membuat masyarakat melaporkan kepada Tim Sporc Kalbar. 

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved