Citizen Reporter

Terapkan Tanaman Karet dan Jahe dengan Sistem Tumpang Sari

Tanaman karet yang berusia muda diselingi tanaman jahe. ini merupakan bagian Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Terapkan Tanaman Karet dan Jahe dengan Sistem Tumpang Sari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama Ketua Pelaksana Ir. Asripin Aspan (Kiri) di Lokasi Demplot Tumpang sari tanaman karet muda dengan tanaman jahe. 

Citizen Reporter
Imbran
Mahasiswa Faperta Untan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pengabdian Kepada Masyakat (PKM) dengan judul tanaman karet dan jahe dengan sistem tumpang sari oleh dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak.

Tanaman karet yang berusia muda diselingi tanaman jahe. ini merupakan bagian Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

PKM dilaksanakan di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjungan. Minggu (13/08/17) Ir. H. Asripin Aspan selaku ketua Pelaksana menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Kepada masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani karet. Teknik budidaya dilakukan berupa tumpangsari tanaman karet muda yang belum menghasilkan. Tanaman jahe sebagai tanaman sela yang hasilnya sebagai penghasilan sampingan sebelum karet dapat menghasilkan,” ujar Dosen Faperta, Ir. Asripin Aspan.

Baca: Fakultas Pertanian Untan Gelar Pelatihan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh

Kegiatan dilakukan dengan cara demplot yakni tumangsari tanaman karet muda dan jahe. Selain itu juga diberikan pelatihan pembuatan bibit unggul karet okulasi, pembuatan kompos, dan pelatihan cara penyadapan yang benar.
Tambah Asripin, jahe yang dibudidayakan berupa varietas jahe gajah.

Jahe satu ini dalam satu tanaman dapat menghasikan 1 kilogram, sehingga bila petani menanam 100 tanaman akan menghasilkan 100 kilogram.

“Jahe gajah ini merupakan variates unggul. Adapun harga dipasaran senilai dua puluh ribu rupiah perkilo . Jika petani menanam 100 tanaman sekali panen, maka mendapat penghasilan tambahan 2 juta. Harapannya tentu bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar harapnya.

Selain pelatihan karet dan jahe, pelatihan pembuatan kompos juga dilakukan. Pelatihan pembuatan kompos guna mengatasi harga pupuk yang mahal. Pelatihan dilakukan guna menghemat pembiayaan.

Pelatihan pembuatan bibit karet unggul okulasi dapat menghemat pembelian bibit. Pelatihan penyadapan juga untuk penghematan kulit bidang sadap agar tidak boros sehingga umur panen bisa puluhan tahun.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved