Raih Prestasi Membanggakan, Ketua KONI: Gabsis Masih Butuh Perhatian

Lawan-lawan kami cukup berat, para pemain harus berkonsentrasi dan melaksanakan instruksi pelatih karena taktik yang dilakukan lawan juga bagus.

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/FILE
Gabsis saat melawan PS Sekadau yang digelar di lapangan sepakbola Opu Daeng Manambon Mempawah, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sejumlah prestasi dibidang olahraga khususnya dibidang sepakbola, yang telah diraih generasi muda Kabupaten Sambas cukup membanggakan.

Mereka pun mendapat penghargaan dari pemerintah daerah, yang diserahkan di Aula Bupati Kamis malam lalu.

Para pemain Gabsis Sambas usia 17 tahun yang mengikuti kompetisi Piala Suratin meraih juara pertama, kemudian dilanjutkan dengan usia 15 tahun yang meraih runner up dan pemain Gabsis usia 23 yang berlaga di Liga Nusantara di Kabupaten Bengkayang saat ini sudah dipastikan lolos ke babak berikutnya.

Dengan prestasi yang diraih ini, para pemain dan pengurus sangat mengharapkan perhatian dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.

Berbekal semangat dan pendanaan yang terbatas, para pemain Gabsis usia muda ini berjuang terus untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Sambas.

Piala Suratin yang di gelar di Kabupaten Mempawah pada Juli lalu membawa pemain Usia 17 tahun ini meraih juara pertama, setelah tim sepak bola asal  Sambas mengalahkan tim sepakbola U-17 PS Sekadau dengan adu penalti dan raihan skor 5-4.

Salah seorang pemain Gabsis Sambas usia 17, Muhammad Halim, mengungkapkan, perjuangan rekan-rekannya dalam turnamen Piala Suratin di Kabupaten Mempawah sangat berat.

Pemuda dari Kecamatan Galing mengatakan, dengan sarana dan prasana yang kurang memadai, mereka terus berusaha untuk menang dan membawa nama baik Kabupaten Sambas di tingkat Provinsi.

"Lawan-lawan kami cukup berat, para pemain harus berkonsentrasi dan melaksanakan instruksi pelatih karena taktik yang dilakukan lawan juga bagus. Namun dengan kerjasama dan kerja keras, akhirnya kami bisa mencapai final dan menjadi juara,"ucap Halim, Minggu (20/8/2017).

Berbeda dengan pemain Suratin usia 17 tahun lain, Boni Chandra Saputra yang merupakan pemain Gabsis usia 15 tahun menyatakan permintaan maafnya kepada masyarakat Kabupaten Sambas yang belum bisa meraih juara pertama pada ajang yang diselenggarakan di Kabupaten Sanggau belum lama ini.

Gabsis Sambas usia 15 tahun hanya menjadi Runner Up setelah dikalahkan melalui adu pinalti.

"Kami sudah berjuang dan berusaha, mohon maaf kepada masyarakat belum bisa memberikan yang terbaik," tuturnya.

Namun pemuda asal Kecamatan Sambas ini berharap, dukungan dari pemerintah daerah dan semua kalangan agar persepakbolaan di Kabupaten Sambas bisa berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Sambas.

Ditempat yang sama, Mirwan, pemain Gabsis yang saat ini berlaga di Liga Nusantara menuturkan bahwa para pemain Gabsis Liga Nusantara saat ini tengah berjuang untuk menjuarai ajang tersebut di Kabupaten Bengkayang.

Saat ini pemain Gabsis Liga Nusantara sudah memenangkan dua kali pertandingan, yakni melawan Kabupaten Landak dan Kabupaten Sintang.

Menurut jadwal, para pemain Gabsis Liga Nusantara akan kembali bertanding melawan Kota Singkawang pada Minggu (20/8).

"Kami sangat berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Sambas agar kami bisa berbuat yang terbaik dan target kami bisa menjuarai Liga Nusantara," katanya.

Pria asal Desa Kartiasa ini meminta dukungan moril dan materil dari pemerintah daerah agar para pemain bisa lebih memaksimalkan tenaga mereka untuk berjuang demi nama baik kabupaten Sambas.

Ketua Koni Kabupaten Sambas, Hadi Herdiansyah mengungkapkan pihaknya selalu memberikan support kepada pemain Gabsis yang berlaga di ajang tingkat provinsi, baik dukungan moril maupun materil.

Namun tentunya peran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan dalam bentuk dana sangat penting, demi pembinaan yang lebih baik kepada generasi muda dibidang olahraga khususnya sepakbola.

"Para pemuda-pemuda ini memiliki potensi karena terbukti meraih prestasi di tingkat provinsi. Pemda seharusnya bisa memperhatikan mereka, karena walaupun dengan kondisi seadanya mereka tetap mau berjuang untuk membawa nama baik Kabupaten Sambas, ini harus kita hargai juga," ungkapnya.

Hadi juga mengatakan para pemain sepakbola daerah tersebut sudah saatnya perlu mendapat perhatian pemerintah.

"Atlet cabang olahraga sepakbola kita sebenarnya sangat baik, namun diperlukan adanya pembinaan yang serius agar bisa mengikuti kancah persepakbolaan tanah air yang bergengsi," ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Sambas mutlak harus melakukan perubahan agar bisa meraih prestasi yang membanggakan.

"Kita harus memiliki ambisi yang kuat untuk mampu berbicara banyak terkait prestasi sepakbola, seperti Persipon Pontianak, Gabsis Sambas juga mesti mengikuti jejak mereka, bahkan bisa lebih lagi mengingat banyak pemain asal Sambas yang menjadi pilar di tubuh tim Elang Khatulistiwa tersebut,"kata dia.

Hadi menyarankan bahwa upaya yang akan dilakukan mesti direalisasikan dengan program yang sistematis dan mendapatkan dukungan berbagai pihak.

"Jika mengandalkan KONI atau PSSI-nya Sambas, saya rasa belumlah cukup, apa yang kita perlukan sekarang adalah fasilitas sepakbola yang baik, seperti lapangan sepakbola yang layak, pembinaan pemain muda dengan menggelar kompetisi reguler usia muda, menggenjot berdirinya sekolah sepakbola yang berkualitas dan tentu saja keberpihakan anggaran oleh pemerintah,"jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak peduli dengan perkembangan olahraga paling populer di Indonesia ini.

"Semua pihak harus turut andil, tokoh masyarakat, anggota DPRD, pengusaha dan lainnya.Terpenting adalah kesejahteraan atlet," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved