Seluruh Hotel di Pontianak Tak Kantongi Sertifikasi Halal

Ia mengucapkan mohon maaf atas selama ini jika ada kesalahan. Ia juga menjabat semanjak pertama kalinya LPPOM-MUI Kalbar dibentuk.

Seluruh Hotel di Pontianak Tak Kantongi Sertifikasi Halal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Penandatangannya berita acara serah terima jabatan Direktur LPPOM-MUI dan disaksikan Ketum MUI Kalbar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) Kalbar masa khidmat 2012-2017, Nora Idiawati mengucapkan terimakasih kepada semua elemen yang telah mendukung selama ini.

Nora sejatinya telah menjabat dua periode di LPPOM-MUI, sejak 2007 silam. Saat ini posisi Nora digantikan oleh M Agus.

Ia mengucapkan mohon maaf atas selama ini jika ada kesalahan. Ia juga menjabat semanjak pertama kalinya LPPOM-MUI Kalbar dibentuk.

"Saya mohon maaf kepada semuanya kalau banyak kekurangan selama saya menjabat," ucapnya, Sabtu (19/8/2017).

(Baca Juga: M Agus Wibowo Jabat LPPOM MUI Kalbar Masa Khidmat 2017-2022

Ia pun menceritakan kendala dimana para stakeholder tidal mengenal LPPOM-MUI dari awal sampai saat ini sudah mulai mengenal dan itu perlu perjalan panjang.

Kendala lain yang dihadapi oleh LPPOM-MUI adalah masih lemahnya pengertian masyarakat yang masih saja mencamtumkan logo halal padahal mereka tidak memiliki sertifikatnya.

Padahal sidah ada Undang-Undnag dan aturan setiap produk yang berlogo halal wajib memiliki sertifikat halal. Ia berharap dengan adanya UU nomor 33 tahun 2014 yang mewajibkan semua produk wajib bersertifikat halal dapat membantu kerja LPPOM-MUI.

"LPPOM-MUI ini bukan lembaga penegak hukum, kita sudah bekerja dengan pihak polisi dan pemdanya dan apalagi sudah ada peraturan daerah baik Kota Pontianak maupun daerah lainnya setiap restoran yang mencamtumkan logo halal wajib miliki sertifikat halal," jelasnya.

Untuk di Kota Pontianak ia katakan sudah menyampaikan pada Pemkot yang memiliki Satpol-PP sebagai penegak Perda untuk menertibkan restoran yang mencamtumkan logo halal tapi tidak memiliki sertifikat halal.

"Banyak sekali di Pontianak ini restoran yang mencamtumkan logo halal tapi tidak memiliki sertifikat halal," tegasnya.

Saat ini pihaknya akan terus berikhtiar memberikan sosialisasi pada masyarakat. Walaupun ia saat ini tidak lagi menjabat ketua LPPOM-MUI, Nora akan terus mendorong dan mendukung ketua yang baru.

"Kalau restoran itu belum sampai 10 di Pontianak dan kalau hotel semuanya tidak ada sertifikasi halal," ucapnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved