Full Day School, Hildi Hamid Kumpulkan Kepala Sekolah

Dikatakan Hildi Hamid, diberlakukannya full day school tidak bisa serta merta diberlakukan begitu saja,

Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FAUZI
Hildi Hamid mendengarkan kesiapan setiap sekolah dalam menerapkan full day sekolah, Jumat (18/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Terkait full day school, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid mengumpulkan seluruh kepala Sekolah dan Guru untuk berdiskusi terkait kesiapan dan kendala ketika akan diberlakukan full day school di sekolah masing-masing dalam beberapa penyampaian hampir seluruh kepala sekolah mengaku belum siap memberlakukan full day school ini, namun memang ada satu sekolah yang sudah mulai mencoba full day school dengan segala keterbatasannya.

Dikatakan Hildi Hamid, diberlakukannya full day school tidak bisa serta merta diberlakukan begitu saja, karena melihat segala sarana dan prasarana yang ada memang diakui Hildi Hamid saat ini Kayong Utara masih berbenah, hal ini mengingat umur Kayong Utara sendiri baru berumur 10 tahun sejak memekarkan diri dari Kabupaten Ketapang.

Dikatakan Hildi Hamid pihak Sekolah, bersama Komite Sekolah harus membuat satu pertemuan dengan wali murid seperti apa full day school ini, sehingga orangtua mempunyai gambaran. jangan sampai diberlakukannya full day school ini malah membuat orangtua terbebankan dan membuat para siswa menjadi stres.

(Baca: Kayong Utara Belum Siap Full Day School )

"Sebelum Bupati mengeluarkan surat keputusan, saya berharap ibu, bapak (Kepala Sekolah) melakukan dialog dan diskusi dengan orangtua murid, dengan komite lah. Ini harus dijelaskan benar, mereka masuk jam berapa, istirahat jam berapa, makan mereka bagaimana. ini harus dijelaskan pada orangtua murid, jadi jika full day school ini terlaksana bapak, ibu, dan Bupati memiliki pegangan, "tutur Hildi Hamid, Jumat (18/8/2017).

Selain kesiapan Sekolah dan guru, dilanjutkan Bupati yang mengakhiri masa jabatan di tahun 2018 ini juga memberikan gambaran kondisi sekolah dan fasilitas sekolah yang ada, seperti kantin.

Diketahui, untuk kantin sekolah sendiri di katakan Hildi apakah siap membuka kantin sampai sore agar siswa bisa makan siang, dan itupun orangtua harus memberikan uang jajan lebih, apakah hal ini juga tidak memberatkan orangtua masing-masing karena tentu kemampuan orangtua setiap anak berbeda-beda.

"Kalau mereka harus bekal makan dari rumah, mereka makan di sekolah. kalau mereka hanya di beri uang jajan maka akan ada penambahan pengeluaran dari orangtua untuk uang jajan makan siang, terus kantin kita sudah menyediakan sampai makan siang, apakah makan siangnya sudah layak," terang Hildi Hamid. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved