Citizen Reporter

Festival Perbatasan, Embrio Pariwisata Lintas Batas di Jantung Borneo

Pemkab Kapuas Hulu melihat pengembangan pariwisata menjadi pendekatan strategis untuk dapat memanfaatkan potensi dan daya tarik alam dan budaya.

Festival Perbatasan, Embrio Pariwisata Lintas Batas di Jantung Borneo
istimewa
Pengibaran bendera merah putih pada Festival Perbatasan di Kecamatan Badau, 17-19 Agustus 2017. 

Citizen Reporter

Lia Syafitri

Koordinator Komunikasi WWF-Indonesia Program Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, NANGA BADAU – Pemerintah Kapuas Hulu dan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) bersama WWF-Indonesia Program Kalbar menggelar Festival Perbatasan di Kecamatan Badau, 17-19 Agustus 2017.

Kegiatan yang disokong oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini jadi embrio pariwisata lintas batas di jantung Borneo.

Festival Perbatasan sebagai rangkaian dari Festival Danau Sentarum-Betung Kerihun ini disinergikan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang dipusatkan di lapangan sepak bola Nanga Badau.

Bupati Kapuas Hulu AM Nasir dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Administrasi dan Umum Frans Leonardus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melihat pengembangan pariwisata menjadi pendekatan strategis untuk dapat memanfaatkan potensi dan daya tarik alam dan budaya.

(Baca: Raih Kalpataru Kategori Kota Besar se-Kalbar, Pontianak Borong Penghargaan )

Bagi Kapuas Hulu, kata Frans, Festival Perbatasan ini merupakan upaya meningkatkan kunjungan wisata ke Kapuas Hulu melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) Badau.

Sebagai kabupaten perbatasan, konservasi dan wilayah jantung Borneo, kami akan terus berkomitmen untuk melakukan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kondisi dan status kabupaten ini, salah satunya pariwisata.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved