Breaking News:

Kendali Jauh, Warga di Pedalaman Selalu jadi Korban

Nah, apalagi faktor manusianya. Puskesmas sudah dibangun pemerintah, tapi petugasnya tidak semua mau dengan puskesmas itu

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Warga Desa Parek yang dipikul untuk mendapatkan persalinan ke Puskesmas di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang beberapa hari yang lalu. Warga terpaksa memikul karena akses jalan belum mendukung. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Dosen Fisip Untan Donatianus BSEP mengatakan, kondisi geografis  sangat jauh sedangkan penduduk kepadatannya masih sangat tipis, tidak bisa dibayangkan Kalbar yang luasnya satu setengah kali Pulau Jawa dengan penduduk yang hanya lima juta, itu masih sangat rentan untuk pertolongan pertama seperti itu.

"Nah, apalagi faktor manusianya. Puskesmas sudah dibangun pemerintah, tapi petugasnya tidak semua mau dengan puskesmas itu, sehingga akhirnya sudahlah wilayahnya luas, puskesmasnya ada, tapi petugasnya tidak ada," jelasnya.

"Mau tidak mau warga di pedalaman selalu menjadi korban. Apapun kebijakan pemerintah, dan niat pemerintah untuk membangun kesehatan, jika tidak ditunjang manusia yang berdedikasi, berintegritas, saya rasa kasus seperti ini akan terus terjadi," tambahnya.

(Baca: Tragis! Ibu Hamil Ditandu Lintas Kecamatan untuk Proses Persalinan, Ini Kisahnya )

Kalau dilihat apakah pemerintah ada perhatian, sebetulnya ada, karena pengendalinya juga jauh, seolah-olah pemerintah tidak hadir di sana. Kemudian inilah yang mendorong daerah-darah ingin menjadi kabupaten dan kecamatan sendiri.

"Harapan saya semoga para pemimpin Kalbar ini, baik dari tingkat yang terbawah hingga atas, camat hingga gubernur, terus berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan mewujudkan masyarakat adil dan makmur di bumi Kalbar ini," tandasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved