Sutarmidji Berhasil Menaikkan PAD Pontianak, Begini Caranya

Untuk kekurangan anggaran dalam pembebasan lahan, Midji akan menjual beberapa aset tentu yang sudah melalui tinjauan harga apresialnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Suasana sidang paripurna perubahan APBD 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji membacakan Pidato Wali Kota Pontianak terhadap Nota Keuangan dan Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Kota Pontianak tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2017 dalam sidang paripurna yang dilangsungkan di Aula DPRD Kota Pontianak, Senin (14/8/2017)

Midji mengatakan perubahan anggaran APBD kali ini juga berkaitan untuk membayar ganti rugi ruko yang terdampak pembangunan Jembatan Landak II.

Saat ini ia katakan kalau Jembatan Landak II sudah mulai kerja, dan lapak-lapak kaki lima sudah mulai dibongkar.

Midji juga mengatakan kalau ia sangat bersyukur saat menjabat Wali Kota Pontianak, bisa menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Saya bersyukur target saya kan PAD itu waktu saya mengakhiri tugas itu sekitar 500 an miliar, sekarang sudah 488 miliar, saya memulainya dengan 63 miliar saya mau mengakhiri dengan 500, sekarang sudah 488," ucapnya, setelah sidang paripurna, Senin (14/8/2017).

(Baca Juga: Sutarmidji Berhasil Bawa Pontianak Jadi Kota Terbaik dan Berprestasi di Indonesia

Ia menjelaskan ada perubahan signifikan dari 63 miliar sampai 500 miliar. Bahkan ada pendapatan-pendapatan daerah yang diperkirakan orang menurun dan ternyata cukup meningkat.

"Misalnya BPHTB, ini menunjukkan bahwa bidang properti di Kota Pontianak ini masih sangat menjanjikan. nah itulah yang membuat APBD mengalami perubahan signifikan 80 miliar jadi sebagain besar untuk penggantian lahan yang terdampak pembangunan landak paralel," ucapnya.

Untuk kekurangan anggaran dalam pembebasan lahan, Midji akan menjual beberapa aset tentu yang sudah melalui tinjauan harga apresialnya.

"Nanti dilelang melalui mekanisme yang berlaku, itu banyak pendapatan dari situ. Kalau yang lain bagi hasil pajak dari provinsi mengalami penurunan kemudian kita ada tambahan insentif 7,5 miliar dari pusat tata kelola keuangan. Kita masih minus nanti dalam pembahasan kita lihat mana peluang untuk menutupi minus. tapi dalam bentuk anggaran boleh minus tak apa-apa. karena kita mau percepatan dalam menyelesaikan ganti rugi lahan terdampak pembangunan Jembatan Landak. Saya maunya tahun ini dan tahun depan," katanya.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved