Masyarakat Lebih Pilih Deposito Ketimbang Pasar Saham, Ini Penyebabnya

Pasar modal tidak lagi menjadi investasi yang ekslusif. Pelajar dan mahasiswa sudah banyak yang menjadi investor...

Masyarakat Lebih Pilih Deposito Ketimbang Pasar Saham, Ini Penyebabnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
OJK dan IDX kunjungi Galeri Investasi di Fekon Untan 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Gonthor Aziz menyebut pasar saham saat ini sudah bukan menjadi hal baru.

Ia juga mengatakan sengan pasar modal masyarakat luas bisa ikut berpartisipasi dalam pertumbuhan suatu perusahaan yang dikelola dengan baik, profesional dan lainnya dan mendapatkan pembagian hasil.

"Pasar modal tidak lagi menjadi investasi yang ekslusif. Pelajar dan mahasiswa sudah banyak yang menjadi investor. Perlu diketahui pasar modal memiliki fungsi sosial yang sangat tinggi yaitu pemerataan kekayaan. Perusahan memperoleh keuntungan dan masyarakat juga merasakannya. Caranya harus dengan cara membeli saham di pasar modal," ujarnya pada Senin (14/8/2017).

Baca: Hanya 1 Persen Penduduk jadi Investor, Ini Ungkapan Anggota Komisi XI Michael Jeno

Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Adnan Syarif mengatakan untuk memperluas akses pasar modal, OJK juga mendukung melalui kemudahan perizinan untuk sekuritas.

"Saat ini sudah ada 11 sekuritas yang ada di Kota Pontianak. Tahun ini akan ada penambahan dua sekuritas," ujarnya.

Perkembangan 11 sekuritas yang ada di Kota Pontianak kata Adnan belum menonjol atau belum diatas rata-rata.

Hal ini dikarenakan tingkat pemahaman masyarakat masih tergolong rendah sehingga OJK dan juga sekuritas harus lebih meningkatkan intensitas edukasi kepada masyarakat.

"Masyarakat saat ini masih lebih memilih menyimpan dananya di deposito ketimbang di reksadana. Makanya untuk Kota Pontianak transaksinya masih wajar-wajar saja belum ada yang terlalu signifikan. Dari sisi ketertarikan masyarakat terhadap pasar modal masih sangat besar karena literasi dari masyarakat terhadap pasar modal masih sangat rendah," ujarnya.

Padahal kata Adnan jika masyarakat menyimpan dananya di sekuritas sama dengan menyimpan reksadana sama dengan menyimpan dananya di bank.

"Memang saat ini bisa dikatakan baru kalangan yang memiliki derajat pendidikan yang cukup tinggi yang sudah mengakses dan mau berinvestasi di pasar modal. Nah ini yang perlu kita sosialisasikan karena saat ini sebaran investor dominan di Kota Pontianak saja," ujarnya.

Ia menyebut dari 7000 investor, 5000 investor tersebar di Kota Pontianak. Artinya belum adanya pemerataan lantaran masyarakat di daerah cenderung berinvestasi di perbankan.

Namun jika dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan kata Adnan, Kalbar termasuk provinsi yang pertumbuhannya cukup tinggi.

"Dari sisi pertumbuhan investor baru juga cukup tinggi karena Kota Pontianak sebagai kota perdagangan. Masyarakat memang cenderung mencari sumber penghasilan baru salah satunya melalui investasi di pasar modal. Ini juga terlihat dari pertumbuhan investor dan transaksi, " ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved