Hanya 1 Persen Penduduk jadi Investor, Ini Ungkapan Anggota Komisi XI Michael Jeno

Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari seluruh penduduk Indonesia, hanya 4 persen saja yang tahu apa itu bursa saham.

Hanya 1 Persen Penduduk jadi Investor, Ini Ungkapan Anggota Komisi XI Michael Jeno
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Anggota DPR RI Komisi XI, Michael Jeno dalam kunjungannya ke Untan, Senin (14/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Literasi masyarakat terhadap pasar modal di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini disampaikan anggota DPR RI Komisi XI, Michael Jeno pada Seminar di Pasar Modal yang digelar Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) di Rektorat Untan pada Senin (14/8/2017).

"Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari seluruh penduduk Indonesia, hanya 4 persen saja yang tahu apa itu bursa saham. Sementara itu dari total penduduk hanya 1,25 persen yang pernah bertransaksi di pasar modal. Literasi masih rendah terhadap pasar modal. Dari 100 penduduk hanya 1 yang kenal pasar modal, " ujar Jeno.

Jeno menilai jumlah investor pasar modal di Indonesia, termasuk Kalbar masih sangat jauh dari harapan. Apalagi kata Jeno angka tersebut masih sangat rendah dibandingkan investor di negara tetangga yang bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan Indonesia. Ia mengatakan jumlah investor mencerminkan struktur ekonomi dewasa ini.

Menurutnya ekonomi masih dikuasi oleh sebagian kecil masyarakat saja. Jeno menilai masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi bagian terbesar masyarakat Indonesia. Setelah itu baru diikuti oleh kelas menengah dan kalangan masyarakat berpenghasilan tinggi.

"Angka tersebut dibandingkan negara Malaysia yang biasa double dari kita tentu masih rendah dibandingkan jumlah penduduk. Ini angka yang miris, karena bursa saham kita malah yang banyak investor asing. Padahal syarat untuk menjadi negara maju itu, pasar modalnya harus kuat juga," tegas Jeno.

(Baca: Dandim 1201/Mpw Ajak Seluruh Masyarakat Ikut Doa Bersama 171717

Akibatnya pasar modal Indonesia masih dikuasai asing dan hanya bisa menyebar ke segmen kelas atas dan menengah. Selain faktor ekonomi, pendidikan dan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal juga berpengaruh ke literasi pasar modal. Namun melihat potensi yang ada Jeno optimis lantaran perkembangan pasar modal Kalbar cukup tumbuh.

"Kita optimis pasar modal di Kalbar terus tumbuh. Hal ini dilihat dari perkembangan beberapa tahun terakhir, tentu seiring dilakukan edukasi terus menerus dijalankan OJK dan Bursa Efek Indonesia. Apalagi saat ini perusahaan sekuritas terus tumbuh, dan produknya pun kian beragam. Bahkan produk reksadana sudah bisa dijangkau oleh masyarakat dengan pendapatan minim hanya dengan Rp100 ribu, " ujar Jeno.

Penulis: Maskartini
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved